Collection

Collection
.

Senin, 26 Maret 2012

Tugas dr Kak Rola

Anggota Kelompok :

Pertanyaan :
1.     Apa itu paedagogi praktis ?
Jawab : Paedagogi praktis adalah pengaplikasian dari teori yang telah dimiliki oleh para pendidik dengan modifikasi sesuai dengan apa yang dianggap betul menurut pemahaman pendidik tersebut.
2.     Bagaimana pengaplikasian dengan peran guru disekolah jika dihubungkan dengan pedagogi praktis ?
Jawab : secara umum jika dilihat dari sudut pandang kami berdasarkan guru yang telah mengajar kami, kami merasa bahwa pada umumya para guru lebih menekankan pada cara mengajar siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum tanpa dimodifikasi menjadi sesuatu yang dapat menumbuhkan minat siswa tersebut, namun tidak tertutup juga untuk guru yang lain yang memang sangat kreatif dalam mengajar siswaya. Seperti contoh guru saya pada waktu SMA, sebelum mengajar beliau sangat kreatif membuat kami termotivasi untuk mengikuti pelajaran nya, beliau sungguh menerapkan hal-hal yang memang menjadi bahan kurikulum dan sesuai dengan tuntutan pelajaran tapi beliau sangat memodifikasinya sehingga kami tidak merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti pelajaran tersebut.

Pedagogi Praktis

Pada abad ke-21 pedagogi ini juga disebut dengan pedagogi progresif ( progressive pedagogy) pedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu belajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan zaman.

Sebagian ilmu atau teori dan seni atau praktik mengajar, pedagogi termasuk dalam kategori “ pengetahuan pedagogis formal “ dan “ pengetahuan pedagogis vernakular” (McNamara, 1991), dimana pedagogi formal bermakna pedagogi teoritis atau ilmiah, sedangkan pedagogi vernakular merupakan kata lain dari pedagogi praktis. Pedagogi formal atau pedagogi ilmiah merupakan upaya mengembangkan prisip-prinsip dan teori-teori pedagogi yang efektif melalui penelitian yang sistematis, lebih abstrak dan lebih umum daripada pedagogi vernakular atau pedagogi praktis.

Menurut Carpenter (2001) ada dua fungsi penelitian pedagogis. Pertama, untuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. Kedua, utuk memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi pedagogi. Bagi guru-guru kekuatan pedagogi ilmiah adalah membuat pembelajaran semakin praktis dilihat dari prisma konsep teoritis. Karena memang, teori merupakan sesuatu yang paling praktis.
Tentu saja banyak guru secara tidak sadar atau sadar juga menjadi peneliti. Karena didalam tugas-tugas praktis mereka, selalu muncul pengalaman baru, yang jika waktu memungkinkan dapat menambah khasanah baru bagi perbaikan pengajaran mereka.

Sumber : Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi karangan Prof. Dr. Sudarwan Danim hal 101-104

Permasalahan : setelah mengetahui bagaimana mengenai pedagogi praktis dan bagaimana guru dapat menimba ilmu, lalu apakah tidak tertutup kemungkinan bahwa guru tidak mendapatkan hikmah dari pedagogi tersebut. Kemukakan pendapat anda mengenai hal tersebut !!

Pembahasan : Menurut Pemahaman saya ditambah dari buku referensi yang menjadi acuan saya, memang tidak tertutup kemungkinan bahwa guru tidak dapat menimba ilmu dari apa yang telah mereka lalui, karena kita tahu meski demikian banyaknya teori pengalaman, dan lain-lain tidak semua guru dapat dengan mudah menimba pengalaman baru selama menjalani proses pembelajaran tersebut, dengan bebrapa alasan :

*    Informasi yang berlebihan.
*    Kurangnya waktu utuk berbagi pengetahuan,
*    Tidak menggunakan teknologi untuk berbagi pengetahuan secara efektif,
*    Kesulitan menangkap pengetahuan yang diperoleh,
*    Adanya pengekangan terhadap kreativitas.

Keterhubungan antara ilmu atau teori dan seni atau praktik pedagogi juga dapat dibangun melalui kerangkan kebijakan yang mengkodifikasi pengetahuan pedagogis guru. Standar professional yang menjadi persyaratan yang harus dipenuhi oleh guru, termasuk pedagogi efektif, bagaimana telah mengintegral dengan persyaratan profesionalnya (Dalton, 1998). Tentu saja standar kerangka kerja guru masih dan akan terus dibangun sesuai dengan kemajuan kontekstualnya.

Demikian yang dapat saya jelaskan… terima kasih^^

Senin, 19 Maret 2012

Senin Yang Menggairahkan :D

Awal minggu yang menarik, pagi itu jam 08.00 dosen pengampu kami,bu Dina,mengadakan kuliah secara Online. Seni mengajar yang bervariasi dari mata kuliah lain. Setelah acara pengabsenan lengkap sudah, ibu memberikan kami stimulus berupa sebuah link “Edukasi net”yang berisi banyak informasi didalamnya. Disana kita mendapatkan informasi yang sesuai dengan pendidikan taraf SD,SMP,dan SMA. Sehingga memudahkan bagi para siswa untuk mendapatkan  edukasi selain dari buku referensi mereka.
Hal tersebut membuat kami terstimulus hingga semua dari mahasiswa yang mengikuti kuliah online memberikan pendapat dari hasil yang didapat melalui link tersebut. Berbagi informasi sesame teman melalui koment posting tersebut. Menjadikan susasana mencair karena kami semua harus memberikan pendapat dari apa yang diberikan oleh teman lainnya.

Memang sungguh menjadikan masing-masing dari kami menjadi bergairah dan bersemangat. Cara mengajar yang diberikan bu Dina ini membuat kami terutama saya mengerti bahwa bukan hanya melalui sekolah atau kampus saja kita dpat memperoleh informasi tetapi dimana saja dan kapan saja kita dapat mengakses informasi tersebut sehingga kita dapat up to date dengan berita terkini. Semoga perjalanan mata kuliah ini akan semakin menarik disetiap waktu yang akan kami lalui bersama. Semangat untuk mengikuti mata kuliah Paedagogi !!^^

Prinsip-prinsip Proses Paedagogis

Pertanyaan pertama yang pasti muncul dibenak kita adalah,”apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip paedagogis?”. Seperti yang disorot oleh Fatima Addine (2001) beliau menyebutkan prinsip tersebut adalah tesis dasar teori psikopaedagogis, pada arah proses paedagogis yang menjadi standar dan prosedur tindakan untuk menentukan dasar pedagogis yang paling penting dalam poses pendidikan kepribadian. Selain itu, prinsip hubungan sekolah dan kehidupan didasarkan pada dua aspek penting : kaitan antara kehidupan dan pekerjaan sebagai kegiatan yang mendidik manusia.

Prinsip lain yang berorientasi proses ini adalah salah satu yang mengombinasikan karakter kolektif dan individual pendidikan, serta penghormatan terhadap kepribadian siswa. Ini berarti jika proses pedagogis terjadi dalam konteks sekelompok orang, yang dikumpulkan sesuai dengan kriteria yang berbeda dan mengadopsi karateristik tertentu, setiap anggota memiliki kekhususan unik yang membedakan dia dari yang lain, dan memiliki hak untuk dipertimbangkan dan dihormati juga.

Prinsip berikutnya adalah merujuk pada kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses, karena didasarkan pada kesatuan diakletis antara pendidik dan pengajaran yang harus terkait dengan kegiatan pembangunan pada umumnya.proses pedagogis juga menggamit prinsip bahwa domain kognitif dan afektif tidak bisa berada dalam suasana yang kering. Prinsip terakhir dari proses pedagogis adalah bahwa masing-masing subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian saling tekait satu sama lain.

Sumber : Paedagogis, Andragogis, dan Heutagogis karangan Prof.Dr.Sudarwan Danim hal.71-73.

Permasalahan : Setelah menelaah mengenai prinsip=prinsip paedagogis, kemudian bagaimana program tersebut dirancang???

Pembahasan : Menurut pemahaman yang saya peroleh ditambah dengan referensi buku yang menjadi pedoman saya. Program ini dirancang dengan model pedagogis unit yang memiliki karateristik berikut :

*      Fleksibilitas.
*      Terstruktur.
*      Berpusat pada siswa.
*      Kegiatan tatap muka.
*      Pendidikan virtual, dan
*      Bimbingan guru privat.

Model pembelajaran dirancang berdasarkan tiga komponen utama : tatap muka pertemuan (bimbingan belajar, pertemuan kelas, dan bimbingan konseling ); belajar mandiri (penggunaan buku teks, panduan, dan materi dalam, media magnetic); dan layanan informasi serta jasa ilmiah dan teknis informasi.

Demikian yang dapat saya simpulkan menurut sebatas pemahaman saya,semoga bermanfaat bagi pembaca, kritik dan saran terbuka bagi teman-teman terutama dosen pengampu mata kuliah ini..terima kasih ^^.

Minggu, 11 Maret 2012

Paradigma Belajar

Dapat kita perhatikan dari sejauh kita mendapatkan pendidikan, sudah banyak hal yang diakukan guru yang tidak kita sadari bagaimana sulitnya mereka melakukan proses pembagian informasi. Sebagian besar dari apa yang guru lakukan dapat dikonseptualisasikan pada strategi pembelajaran. Defenisi strategi secara leksikal bermakna rencana, metode, serangkaian anuver atau siasat untuk mencapai tujuan atau hasil tertentu.

Metode tersebut biasanya merujuk kepada pendekatan pembelajaran, seperti metode kuliah, metode diskusi, metode penugasan dan sebagainya. Istilah metode ini kerap digunakan untuk proses pembelajaran yang merujuk pada paradigma tentang bagaimana siswa belajar.

Istilah paradigma dikemukakan seara akademi dan operasional oleh Thomas Kuhn dalam bukunya The Structure of Scientific Rovolution. Khun menggunakan istilah paradigma untuk menggambarkan seseorang yang mengakui keyakinan dan teori yang mendasari kegiatan “ilmu-ilmu normal”. Dengan demikian paradigma adalah cara yang diterima untuk melihat dunia yang tumbuh dari pertanyaan-pertanyaan,pengamatan, dan analisis dari berbagai bentuk usaha ilmiah.

Setiap strategi guru didasari pada paradigma yang berbeda mengenai cara siswa belajar. Hal ini penting dipahami saat ini, bahwa strategi tumbuh dari paradigma yang berbeda.

Sumber : buku Paedagogi, Andragogi, dan Heutagogi hal.21-27

Permasalahan : Dari konsep kita diatas lalu bagaimana kaitan paedagogi dengan paradigma belajar ??

Pembahasan : Antara paedagogi dengan paradigma belajar tentu saja memiliki hubungan yang sangat erat dan berhubungan timbal balik, karena paedagogi adalah suatu ilmu dan seni dalam mengajar anak-anak, dan dalam mengajar anak-anak tentunya berbeda dengan mengajar remaja atau orang dewasa,kita harus mempunyai skill dan kemampuan serta strategi sehingga dapat membimbing anak tersebut untuk meningkatkan kemampuannya. Nah, hal ini berkaitan dengan paradigma belajar tersebut.

            Seperti yang telah dibahas dalam konsep diatas mengenai paradigma belajar, bahwa strategi belajar tumbuh dari paradigma yang berbeda, asumsi yang mendasarinya adalah bahwa pembelajaran yang lebih akan terjadi jika guru mulai mendapatkan pemahaman yang prima tentang bagaimana kegiatan belajar terjadi. Guru akan lebih efektif bila dia secara sadar menggunakan strategi belajar, memperluas pembendaharaan strategi, dan ahli dalam strategi itu. Lima strategi belajar yang dimaksud disajikan sebagai berikut.
a.     Pelatihan dan pelatihan lanjut.
b.     Caramah dan menjelaskannya.
c.     Mencari dan menemukan.
d.     Kelompok dan tim.
e.     Pengalaman dan refleksi.

Jadi, kaitan kesimpulan nya adalah, dengan menggunakan berbagai bentuk paradigma belajar yang berbeda dapat menjadikan seorang guru lebih efektif dalam berbagi informasi serta mendidik anak-anak tersebut, sehingga tidak terjadi misscomunication. Sekian penjelasan dari saya semoga mendapat komentar dan saran bagi pembaca dan dosen pembimbing. Terima kasih…^^

Sabtu, 10 Maret 2012

Testimoni Pembelajaran Awal Pertemuan

          Pembelajaran yang diadakan pada awal pertemuan pertama ini diluar dari hal yang biasa, setelah mendiskusikan mengenai kotrak yang telah kami sepakati untuk satu semester ini. Bu Dina selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut mengajak kami untuk membuka website Edgrid.com dan kemudian mengarahkan kami untuk membuat masing-masing sebuah akun baru. Awalnya saya memang ketinggalan karena proses pengarahannya terlalu cepat tapi tak lama kemudian proses yang dijalani semakin sulit dan banyak dari kami mengeluh tak dapat mengikutinya,,hingga pada akhirnya ibu Dina pun menyerah mengajarkan kami untuk hal tersebut.

            Beralih ke topik selanjutnya ibu pun kembali mengajak kami menjelajah ke dunia maya lagi khusus nya pada website USU. Nah…. Jika ini saya pun dengan lancer mengikutinya hingga semua dari kami dapat berbagi informasi lewat website tersebut dengan cara mengambil bahan mata kuliah dari E-Learning USU.

          Kontrak kuliah yang seharusnya menyatakan bahwa topik kali ini adalah “Seni dan Ilmu Mengajar “ disampaikan bu Dina dengan variasi berbeda, memang kami tidak mengulas mengenai teori atau seperti persentasi biasa yang membosankan tersebut , melainkan dengan seni mengajar yang lebih membuat saya mempunyai motivasi berbeda  dan lebih berkonsentrasi dari pada seperti mata kuliah lain. ^^