Collection

Collection
.

Senin, 25 April 2011

Konseling...^_^

Setelah mengetahui mengenai konseling, kita juga harus mengetahui pembahasan mengenai tujuan dan banyak diantara itu hal-hal yg berkaitan dg konseling bukan??? Nah,,mari sama-sama kita bahas…
Tujuan Koseling di PT bagi mahasiswa menurut GG.W.Young (1970) adalah:
1.       Membantu mahasiswa untuk mengambil keputusan mengenai pilihan karir, pilihan program pendidikan, dan masalah lain yg menyangkut keputusan pendidikan.
2.       Memungkinkan mahasiswa lebih efektif dalam berinteraksi dg orang lain, seperti teman sebaya, dosen,dan orang tua.
3.       Membantu mahasiswa mendapat pemahaman diri dan penerimaan diri.
4.       Membantu mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dari segi akademik maupun social,dan
5.       Member dukungan mahasiswa mengatasi krisis emosional.

Setelah mengetahui tujuan koseling tersebut,kini saya akan mengajak teman-teman membaca siapa-siapa saja sih yg dilayani dalam konseling tersebut.
Klien yg dilayani dalam konseling tersebut yaitu :
1.       Mahasiswa.
2.       Warga kampuz lain
3.       Warga luar kampus


Pembahasan ini hanya berada dalam ruang lingkup Perguruan Tinggi saja.
Sumber : Sukadji, S.(2000). Psikologi pendidikan dan Psikologi sekolah. Depok: Lembaga        Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Permasalahan : Bagaimana macam pelayanan bagi Mahasiswa itu tersebut???

Pembahasan : Macam pelayanan yg palin sering dijumpai di biro konsultasi mahasiswa adalah masalah- masalah disekitar pendidikan-vokasional dan penyesuaian social psikologi pribadi. Pelayanan lain lagi berupa penyelenggaraan pelatihan kelompok kecil untuk menyelesaikan masalah-masalah kelompok social,akademik, atau emosional. Pelayanan lain yg sering disebut-sebut adalah pemberian disiplin kepada mahasiswa. Mahasiswa yg melanggar aturan kampus yg tidak dianggap criminal(berdasar keputusan dewan pertimbangan), tetapi diperlakukan sebagai mahasiswa yg membuat kekeliruan. Dalam hal seperti ini,reaksi lembaga menghendaki mahasiswa ditangani oleh orang-orang yg berperan utama rehabilitative,bukan punatif. Konselor semacam itu biasanya berada dibawah pembantu dekan urusan kemahasiswaan, bukan terkait dg biro konsultasi. Alasannya sama dg yg terjadi dalam konseling disekolahlanjutan, ialah agar mahasiswa tidak mengenerilisasi biro konsultasi sebagai pelayanan penghukum mahasiswa.

Senin, 18 April 2011

Kebutuhan Akan Bimbingan

        Ada orang yg membutuhkan bimbingan sepanjang hidup nya,tetapi ada pula yg hanya membutuhkan pada masa remaja atau pada saat menghadapi masa-masa krisis. Pelayanan bimbingan diutamakan untuk kanak-kanak, remaja, dan orang-orang muda,serta mereka yg karena sesuatu hal tidak dapat memanfaatkan kesempatan yg tersedia untuk umum(misalnya: mereka yg cacat bawaan,atau cacat karena kecelakaan,penyakit atau hambatan sosial-politik).

Sumber : Sukadji,S.(2000).Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah.Depok:Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi(LPSP3)Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Permasalahan: Apakah bimbingan sebaiknya diberikan pada masa-masa krisis saja???

Pembahasan: Sebaiknya bimbingan diberikan secara teratur dan bukan pada masa-masa krisis saja karena hal tersebut tidak akan mendapatkan hasil yg efektif.Bimbingan tidak hanya diberikan pada masa krisis saja, tetapi pelayanan disediakan bagi setiap anak normal yg mengatasi masalah perkembangan normal. Bimbingan perkembangan didasari oleh anggapan bahwa tujuan bimbingan tidak hanya menyembuhkan luka akibat trauma,atau prevensi kesulitan akibat kekeliruan,tetapi bimbingan juga mengarahkan agar perkembangan individu mencapai taraf seoptimal mungkin....

Senin, 11 April 2011

Anak Dalam Kesulitan Belajar

      Berikut ini adalah saran Vallet (dikutip oleh Johnson dan Morasky, 1980) berupa daftar 7 karateristik yg ditemui pada anak dg kesulitan belajar.Kesulitan belajar disini diartikan sebagai hambatan belajar bukan kesuitan belajar khusus.
1. Mempunyai sejarah kegagalan akademik berulang kali.
2.Hambatan fisik/tubuh maupun lingkungan berinteraksi dg kesulitan belajar.
3. Kelainan motivasional.
4. Kecemasan yg samar-samar, mirip kecemasan yg mengambang.
5. Perilaku yg berubah-ubah, dalam arti tidak kossisten dan tidak dapat diduga.
6. Penilaian yg keliru karena data tidak lengkap.
Pendidikan dan ola asuh yg didapat tida memadai.

Permasalahan: Bagaimana pemecahan masalah kesulitan beajar yg dialami oleh para siswa-siswa tersebut???

Pembahasan : Menurut buku referensi yg saya baca permasalah ini dapat dipecahkan dg cara:
Setelah psikodinamika perasalah difahami, variabel-variabel yg terlibat dapat dimanfaatkan dalam perlakuan. Dengan demikian, diperlukan pemikiran sumber-sumber yg dapat dimanfaatkan. Karena itu saran perlu melibatkan paling sedikit tiga elemen : murid, orang tua, maupun guru/ sekolah. Bila kenyataan memerlukan ahli lain, maka perlu referal keahli lain yg dibutuhkan.
Berdasarkan permasalahan konkret yg perlu dipecahkan maka saran-saran pun perlu konkret,bukan bersifat saran yg dapat berarti ganda atau diinterpretasikan bermacam-macam.
Ada empat macam tindak lanjut penanganan kasus dan pelayanan psikoedukasional.(1) Tindak lanjut yg sifatnya Insidental.(2) Tindak lanjut sebagai bagian penanganan kasus individual, yg terencana.(3) Tindak lanjut dg mengikuti murid yg naik kelas dari tingkat satu ketingkat yg lebih tinggi. (4)Tindak lanjut yg mengikuti siswa sampai keluar dari lingkungan sekolahuntuk bekerja atau melanjutkan pendidikan diluar lingkungan sekolah.

Sumber: Sukadji,S.(2000). Psikologi Pendidikan dan psikologi sekolah.Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Psikologi Pendidikan(LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Rabu, 06 April 2011

Pembahasan Kelompok Tentang Feomena Pendidikan

Kelompok :
Lia Hairani (10-001)
Lisa Chairani (10-015)
Weillon Chaidir (10-123)

Fenomena yang kami dapat :
1. Menengok Fenomena RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) Di Tulungagung; Sebuah Diskriminasi Pendidikan
2. Fenomena Pendidikan di Indonesia: Mengapa Harus Mahal?!
3. Pelaksanaan "Study Tour" Dinilai Sudah Salah Arah

Pembahasan Untuk masing-masing Fenomena
Fenomena yang 1
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional adalah kebijakan pemerintah dengan menerapkan konsep sekolah berbasis ICT (information communication and technology). Hal ini terlihat dengan adanya kerja sama yang konsisten antara pemerintah pusat dan pemerintah di masing-masing kota/kabupaten dan minimal satu sekolah di setiap jenjangnya.
Daerah Tulungagung yang didiskriminasi sebab syarat-syarat yang harus dipenuhi itu tidak bisa terpenuhi oleh peserta didik Tulungagung karena banyaknya penduduk mereka adalah TKI yang sering berpindah daerah. Sehingga banyak peserta didik yang pintar sekalipun harus gigit jari karena tidak memenuhi syarat untuk mengikuti program RSBI.

Menurut Teori Psikologi Pendidikan
Psikolog pendidikan harus mengikuti perkembangan mendadak dari area menejemen kelas dan desain instruksional, pengukuran dan penggunaan gaya dan strategi belajar, penelitian dalam metakognitif, peningkatan aplikasi pendidikan jarak jauh, dan perluasan dari pengembangan dan aplikasi teknologi untuk tujuan instruksional. Karena akan bekerja dengan pendidikan, seorang yang mempelajari materi ini perlu memperhatikan hal-hal berikut.
1. Proses perkembangan siswa
proses ini tentu saja harus disadari oleh individu yang bekerja dalam pendidikan. Perkembangan siswa – terlebih dalam ranah cipta – dengan segala variasi dan keunikannya merupakan modal siswa untuk belajar, apapun halnya.
2. Cara belajar siswa
dalam hal ini berkaitan pula dengan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam belajar.
3. Cara menghubungkan belajar dan mengajar
4. Pengambilan keputusan untuk pengelolaan proses belajar mengajar.
Dalam fenomena ini bahwa seharusnya tidaklah diskriminasi dalam perencanaan program belajar yang demikian, siswa tidak diberi kesempatan untuk beradaptasi dengan program belajar yang baru akan menimbulkan kesulitan belajar pada murid, guru yang harus professional, perkembangan kognitif siswa yang telah berkembang sampai sejauh mana serta tarif biaya sebab siswa yang pintar tidak memiliki kesempatan mencoba kurikulum yang baru tersebut.

Menurut Teori Pendidikan Keluarga
Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalammasyarakat merupakan lingkungan budaya pertama dan utama dalam rangkamenanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan perilakuyang dianggap penting bagi kehidupan pribadi, keluarga danmasyarakat.
Dalam buku TheNational Studi on Family Strength,Nick dan De Frain mengemukakan beberapa hal tentang pegangan menujuhubungan keluarga yang sehat dan bahagia, yaitu:
1.Terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga
2.Tersedianya waktu untuk bersama keluarga
3.Interaksi segitiga antara ayah, ibu dan anak
4.Saling menghargai dalam interaksi ayah, ibu dan anak
5.Keluarga menjadi prioritas utama dalam setiap situasi dan kondisi
Seiring kriteria keluarga yang diungkapkan diatas, sujana memberikan beberapa fungsi pada pendidikan keluarga yangterdiri dari fungsi biologis, edukatif, religius, protektif,sosialisasi dan ekonomis.

Menurut Teori Bimbingan Belajar
Berdasarkan teori mengenai Bimbingan dijelaskan bahwa:
Dalam artikel diatas terdapat peran yg sangat signifikan terhadap psikolog pendidikan, mengenai masalah yg terjadi pada kalangan muda dan remaja dibutuhkan lah sebuah bimbingan. Yg menjadi persoalan adalah kapan bimbingan dibutuhkan???
Bimbingan dibutuhan pada saat keputusan untuk menentukan pilihan harus dilaksanakan. Karena seperti telah diterangkan dalam pengertiannya,
(1) bimbingan merupakan bantuan untuk membuat keputusan yg bijaksana mengenai pilihan.
(2) Bila tidak ada pilihan pun bimbingan tetap dapat dilakukan, ialah untuk membantu individu memahami dan menerima situasi tanpa pilihan ini. Dengan kata lain, bimbingan juga membantu seseorang agar dapat bekerja sama dengan sesuatu yg tidak dapat dihindari.
(3) Bimbingan juga diperlukan pada saat orang tidak sadar bahwa ia mempunyai pilihan lain. Ini adalah pelayanan pemberian informasi untuk menunjukkan berbagai pilihan yg dapat ditempuh.
Dalam hal lain lagi ialah, (4) pada saat seseorang dalam keadaan yg tidak optimal untuk membuat keputusan .

Fenomena Yang 2
Banyaknya keluhan orang tua murid khususnya dari golongan menengah ke bawah yang masih merupakan kalangan mayoritas di Indonesia mengenai besarnya biaya pendidikan yang harus mereka keluarkan untuk menyekolahkan anak-anak mereka, menimbulkan suasana prihatin di kalangan akademis maupun non akademis yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat di dalam pendidikan. Bahkan pernah beberapa media cetak dan TV pernah menampilkan/ menayangkan beberapa anak didik yang nekad melakukan bunuh diri hanya karena ketidakmampuan orang tua mereka membayar kewajiban administrasi/ iuran sekolah. Melihat realita seperti ini apakah pemerintah dan penyelenggara pendidikan akan terus menutup mata dan hati nurani mereka ??
Padahal seperti kita ketahui hampir 20% APBN Pemerintah Indonesia sudah dialokasikan untuk sektor pendidikan, bahkan Pemerintah telah mencanangkan Program Wajib Belajar 6 tahun, sejak tahun 1984 dan pelaksanaan Program Wajib Belajar 9 tahun yang telah dicanangkan sejak tahun 1994, Pemerintah juga mengeluarkan Program BOS dan BOS buku (BOS = Biaya Operasional Sekolah) untuk para siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Pertama, pemberian program beasiswa bagi anak didik dari kalangan orang tua yang kurang mampu, sedangkan gaji dan tunjangan kepada para pendidik sekarang ini relatif cukup memadai, lalu mengapa sekolah harus mahal ?!! Di beberapa negara tetangga dekat kita justru ada yang membebaskan masalah pendidikan terhadap Warga negaranya alias sekolah gratis karena mereka menyadari pentingnya aset sumber daya manusia sebagai masa depan bangsa dan negara mereka serta rasa tanggung jawab tinggi terhadap Warga negaranya.

Menurut Teori Psikologi Pendidikan
Berdasarkan teori psikologi pendidikan untuk fenomena berikut, antara lain :
Mereka yang berekonomi rendah seharusnya pemerintah bisa memaklumi perekonomian orang yang menengah ke-bawah yang menyebabkan banyak anak tidak bisa sekolah sampai-sampai ada yang bunuh diri. Orang tua yang berkorban demi anak pun tidak bisa berbuat apa-apa dengan biaya uang sekolah yang besar.
Padahal Program BOS dan beasiswa itu bisa memberikan kesempatan kepada siswa yang kurang mampu untuk tetap bersekolah. Motivasi intrinsic murid juga harus terangsang serta diajari untuk tidak menyerah dalam memperoleh ilmu pengetahuan bukankah pengetahuan didapat tidak harus bersekolah? Mengapa harus nekad bunuh diri? Nasehat dari orang tua untuk mendukung anaknya untuk tidak sesat pikir. Maka peran psikologi pendidikan sangatlah penting sebab ilmu pengetahuan tidak harus didapat dari sekolah, perkembangan teknologi yang begitu pesatnya bisa menjadi sarana bagi murid untuk belajar.

Menurut Teori Pendidikan Keluarga
Beberapa hal-hal yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam memperlakukan anaknya :
• Menelantarkan anak lebih berbahaya dibanding memanjakan.
• Kebiasaan orang tua yang pencemas bisa menular pada anaknya.
• Ayah hendaknya sering berkomunikasi dengan anak-anaknya.
• Kemarahan dan kerewelan seorang anak kecil adalah pernyataan frustasi
Penyebab frustasi ini dapat bermacam-macam, antara lain:
1. Kondisi jasmani yang buruk
2. Terangsang emosinya akibat pengalaman yang tidak menyenangkan atau menakutkan
3. Kurang mendapatkan kesempatan untuk bergerak, sehingga energi yang berlebihan tidak terlampiaskan.
4. Kebiasaan temper tantrum untuk mendapatkan keinginannya
5. Mencintoh perilaku orang tuanya.
• Menggugah minat anak dalah pembangkit motivasi yang paling baik.
• Terlalu banyak mainan membuat anak tidak bisa berkonsentrasi.
• Berikan yang terbaik untuk anak.

Menurut Teori Bimbingan Sekolah
Dalam masalah yg ditemukan artikel diatas dapat diatasi dengan berbagai cara diantaranya memberikan bimbingan dan disiplin.
Bimbingan mencakup berbagai masalah, termasuk masalah disiplin. Apakah penanganan masalah disiplin ini tidak mengganggu pelayanan psikoedukasional yg lebih luas?
Kebingungan masalah ini disebabkan perbedaan pengertian disiplin. Disiplin dapat berarti dua hal yg saling berkaitan. Pertama, disiplin adalah serangkaian aktivitas/ latihan yg dirancang karena dianggap perlu dilaksanakan untuk mencaai sasaran tertantu.Kedua, disiplin berarti hukuman terhadap tingkah laku yg dianggap tidak pantas.
Selama ini disiplin paling efektif adalah penanganan sebelum terjadi krisis, dg membantu siswa untuk memahami dan menerima pola prilaku yg dituntut oleh sekolah.

Fenomena yang 3
Pelaksanaan Study Tour yang tidak bermanfaat sampai-sampai ke luar negeri ini turut memprihatinkan dan sangat merugikan masyarakat, terutama siswa tidak mampu. Masalah yang tampaknya sepele, tetapi telah mengakibatkan masalah sosial baru. Siswa miskin yang tidak mampu membayar biaya study tour banyak yang memaksakan diri hingga akhirnya terlilit utang. Sampai-sampai orang tua rela berkorban apapun demi anak-anaknya.

Menurut Teori Psikologi Pendidikan
Tidak terarahnya Study Tour ini karena dianggap telah melampaui batas-batas sebab dilaksanakan terlalu jauh. Masalah utamanya bukan jauh dekatnya namun lebih kepada biaya yang harus dikeluarkan oleh murid untuk mengikuti kegiatan ini. Dan lagi dilakukannya di luar negeri lagi, negeri sendiri saja tidak begitu kenal. Pihak sekolah seharusnya mempertimbangkan perkembangana murid mereka sudah sejauh mana. Sebaiknya, dievaluasi lagi cara belejar siswa, kognitif siswa setelah tahu perkembangan siswa, pertimbangkan lagi kemampuan ekonomi siswa apakah nisa dilaksanakan tanpa merugikan pihak-pihak lainnya.

Menurut Teori Pendidikan Keluarga
Keluarga sebagai rumah pertama kita sebgai pelajar/siswa seharusnya orang tua lebih memperhatikan anaknya member support kepada mereka sebab ekonomi keluarga yang tidak mampu nasehatilah dia, motivasi dirinya. Pendidikan anak, mengatakan bahwa anak hendaknya mulai ‘dididik’ sejak lahir. Menjadi orang tua yang bertanggungjawab dan dapat memberikan bekal pendidikan bagi anaknya memang tidak mudah. Hingga kini, tidak ada sekolah untuk menjadi bapak atau ibu, sehingga kesiapan seorang ayah dan ibu sangatlah diperhatikan sejak dari awal memutuskan untuk membina rumah tangga.

Menurut Teori Bimbingan Sekolah
Artikel diatas menyebutkan mengenai sebuah permasalah pendidikan yg berhubungan dengan status ekonomi , menurut teori bimbingan belajar :
Pendidikan seharusnya masih dapat terus berjalan tanpa harus dibenturkan oleh permasalah mengenai masalah karna di Indonesia khususnya telah banyak dipergunakan jasa-jasa beasiswa bagi para murid2 yg berprestasi tapi idak mampu dan murid2 yg memang benar2 ingin bersekolah tapi sama sekali tidak mampu.

Daftar Pusaka :
http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/25/psikologi-pendidikan-sub-disiplin-ilmu-psikologi/

http://linakura.multiply.com/journal/item/9


http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/01/16/pendidikan-dalam-keluarga/

Suadji,S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah.Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Senin, 14 Maret 2011

INTELEGENSI

      Konsep intelegensi menimbulkan kontroversi dan debat panas, sering kali sebagai reaksi terhadap gagasan bahwa setiap orang punya kapasitas mental umum yg dapat diukur dan dikuantifikasi dalam angka. Psikolog pendidikan memperdebatkan apakah kita punya kapasitas mental umum ataukah sejumlah kapasitas mental spesifik.Juga,apakah kita punya beragam kapasitas mental, lalu apa kapasitas itu?? Berapa banyak yg kita punya??
      Novelis Inggris abad ke-20 Aldous Huxley mengatakan bahwa anak-anak itu hebat dalam hal rasa ingin tahu dan intelegensi nya.Apa yg dimaksud Huxley ketika dia mengatakan kata intelegensi (intelegence)?? Intelegensi adalah salah satu milik kita yg paling berharga, tapi bahkan orang yg paling cerdas sekalipun tidak sepakat tentang apa intelegensi itu. Berbeda dengan berat tinggi badan dan usia, intelegensi tidak dapat diukur secara lansung. Anda tidak dapat mengintip kepala murid anda untuk mengamati intelegensi yg ada didalamnya. Kita hanya bisa mengevaluasi intelegensi murid secara tidak lansung degan cara mempelajari tindakan intelegensi murid. Kita lebih banyak mengandalkan pada tes intelegensi tertulis untuk lebih memperkirakan intelegensi murid.
      Minat terhadap ahli sering kali difokuskan pada perbedaan individual dan penilaian individual (Kaufman & Lictenberger, 2002; Lubinski,2000; Molfse & Martin,2001). Perbedaan individual adalah cara dimana orang berbeda satu sama lain secara konsisten dan tetap. Kita bisa bicara tentang perbedaan individual dalam hal kepribadiannya (personalitas) dan dalam bidang-bidang lain,namun intelegensilah yg paling banyak diberi perhatian dan paling banyak dipakai untuk menarik kesimpulan tentang perbedaan kemampuan murid.

Sumber : Santrock., J.W. (2008), Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group hal: 134

Permasalahan : Dari sember diatas, Apakah yg bisa kita tarik mengenai intelegensi ??Dan bagaimana mengenai pengukuran tes tersebut??

Pembahasan : Menurut referensi diatas,dan menurut buku psikologi umum yg saya dapat, Intelegensi adalah kemampuan kognitif yg dimiliki individu untuk berhadapan dengan lingkungan. kognitif disini tentulah sudah jelas berhubungan dengan otak kita,dan berhubungan dengan lingkungan disini dapat dicontohkan seperti :
- Mempelajari pengalaman baru
- Menalar dg baik.
- Menyelesaiakan masalah dg efektif.
Kemampuan kognitif atau intelegensi dipengaruhi oleh genetika dan lingkungan sekitarnya. Intelegensi tidak dapat berubah-ubah tapi skor intelegensi dapat berubah, mengenai tes intelegensi dikatakan valid jika memenuhi persyaratannya terutama di bagian administrasinya,karna walaupun tes itu berjalan dg baik jika administrasi nya saja sudah bermasalah data yg akan diperoleh tidak akan optimal.
Semakin baik kemampuan intelegensi seseorang semakin baik dia memecahkan masalah dalam lingkungan sekitarnya.

Demikian,pendapat saya mengenai intelegensi semoga dapat masukan dari para pembaca dan dosen pengampu. Terima kasih...^_^

Selasa, 08 Maret 2011

Penilaian Terhadap Anggota Kelompok

     Waah....Pembahasan mengenai teori kognitif dan motivasi tidak menjadi momok dalam Psikologi Pendidikan kali ini,karena pengampu mata kuliah kami memberikan stimulus yg membuat para mahasiswa menjadi tertantang dan lebih termotivasi dalam mengikuti perkuliahan ini.
    Menurut teori dari Johari Windows ada dua komponen penting yaitu : saya dan orang lain,"Ketika saya tahu dan orang lain tahu itu disebut terbuka,saya tahu dan orang lain tidak tahu itu disebut rahasia,ketika orang lain dan saya tidak tahu itu disebut misteri,dan ketika orang lain tahu tetapi saya tidak tahu itu disebut blind(buta)".
     Hal tersebut kemudian diaplikasikan kesebuah kegiatan yaitu penilaian mengenai teman2 sekelompok yang terdiri dari 3 orang perkelompok,Johari windows kemudian memberikan stimulus kembali,saat kita tidak dapat menerima pendapat teman2 kita mengenai karateristik kita sendiri,kita dapat keluar dari kelompok tersebut sehingga teman yg lain dapat menginterpretasikan pendapat mereka.
      Dan penilaian yg saya berikan kepada kedua teman saya,tentunya juga dilandasi dg pemikiran yg menggunakan kognitif(otak).Dan berhubungan juga dengan Teori Piaget mengenai skema.
"Skema adalah sebuah konsep atau kerangka yg eksis didalam pikiran seseorang yg dipakai dalam mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi".
Konsep disinalah yg sedang saya pakai dalam menginterpretasikan pendapat saya mengenai kedua teman saya tersebut, yg sebelumnya telah terorganisasikan terlebih dahulu dalam proses kognitif sehingga dapat membedakan sifat diantara keduanya.
      Piaget (1995) juga mengatakan bahwa ada dua proses yg bertanggug jawab atas cara menggunakan dan mengadaptasi skema.yakni asimilasi dan akomodasi.
"Asimilasi adalah suatu proses mental yg terjadi ketika seorang anak yg memasukkan pengetahuan baru kedalam pengetahuan yg sudah ada".Seperti hal nya saya yg memasukkan informasi baru mengenai karateristik kedua teman saya kedalam pengetahuan yg memang telah ada.
"Akomodasi adalah suatu proses mental yg terjadi ketika anak menyesuaikan diri dg informasi baru". Seperti halnya saya juga yg akhirnya menggabungkan informasi yg baru dan lama dan menyesuaikannya yg terjadi dalam proses mental,hingga akhirnya dapat saya interpretasikan menjadi sebuah penilaian terhadap mereka.
Disamping itu,ada faktor lain yg mendorong saya hingga dapat menginterpretasikan pendapat saya yaitu Motivasi.
Kali ini saya akan menghubungkan motivasi saya dalam menilai dan menginterpretasikan karateristik kedua teman saya tersebut menggunakan Teori Motivasi untuk Meraih Sesuatu yg didalamnya terdapat motivasi ekstrinsik dan intrinsik.
"Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yg lain( cara untuk mencapai tujuan". Jika dihubungkan dg kasus penilaian tadi, saya melakukan penilaian2 untuk mereka dan berani menginterpretasikan hasilnya karna saya juga ingin mendapatkan penilaian juga dari mereka, dg kata lain itu adalah cara saya untuk mencapai tujuan saya yaitu mengetahui penilaian mereka tentang saya.
Sedangkan,"Motivasi intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri),dalam pikiran saya timbul motivasi untuk mau keluar sementara dari kelompok selama teman saya melakukan penilaian,hal ini dapat dikatakan sebagai motivasi internal tersebut.
Hal diatas bergabung menjadi sebuah konsep yg akhirnya dikeluarkan menjadi pendapat.

Senin, 07 Maret 2011

Pengaruh Biologis dan Lingkungan dalam Perkembangan Bahasa

         Ahli bahasa terkenal Noam Chomsky (1957) mengatakan bahwa manusia cenderung mempelajari bahasa pada waktu tertentu dan dengan cara tertentu.Bukti paling kuat untuk basis biologis dari bahasa bahwa anak-anak di seluruh dunia mencapai titik penting dalam berbahasa pada saat yang hampir bersamaan dalam perkembangan mereka,dan dengan urutan yang hampir sama,meskipun ada banyak variasi dalam input bahasa yang mereka terima.
        Namun,anak jelas tidak belajar bahasa secara terpisah dari lingkungan sosialnya (elson, Aksu-Koc & Johnson, 2001; Snow &Beals,2001). Banyak variasi terjadi dalam perkembangan bahasa ketika pengasuh anak berbeda secara substansial dalam gaya mereka dalam memberikan input. Disisi lain lingkungan berperan signifikan dalam perkembangan bahasa ,terutama dalam penguasaan kosakata (Tamis-LeMonda, Bornstein & Baumwell,2001). Misalnya,dalam salah satu studi, saat anak berusia tiga tahun, anak yg tinggal dalam keluarga miskin menunjukkan kekuragan kosakata jika dibandingkan dengan anak dari keluarga menengah keatas, dan defisit ini terus tampak saat mereka masuk sekolah pada usia enam tahun (Farkas,2001).
      Anak akan lebih cerdas berbahasa jika orang tua dan guru secara aktif melibatkan anak-anak dalam percakapan,memberi pertanyaan, dan menekankan bahasa interaktif ketimbang bahasa perintah.

Sumber : Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group hal : 69-70.

Permasalahan : Bagaimana menurut pendapat anda mengenai masalah status ekonomi yg dijabarkan dalam contoh diatas mempengaruhi kelancaran berbahasa anak berusia 3 tahun???

Pembahasan : Menurut pendapat saya, contoh kasus diatas kadang dapat dibenarkan juga,karna dengan kondisi keluarga yg terbilang miskin,kadang kala orang tua dari si anak tersebut tidak mempunyai pendidikan yg maksimal yg dapat mengajarkan dan memberi stimulus anaknya untuk cepat fasih berbahasa hingga anaknya hanya mengandalkan stimulus dari lingkungan luarnya saja,tapi ada kalanya contoh kasus diatas tidak dapat dibenarkan juga,karna keluarga miskin belum tentu terhambat dalam menguasai cara berbahasa,seperti adik saya yg masih berusia 3 tahun yg sudah hampir sangat asih berbahasa,dan sejujurnya kami bukan berasal dari keluarga yg kaya,lalu bagaimana persepsi sesungguhnya dari kasus tersebut??
Semiga teman-teman dan ibuk dapat memberi pencerahan agar tidak terjadi kesalahan dalam hal persepsi. Terima kasih...^_^