Collection

Collection
.

Kamis, 06 Oktober 2011

Review Hasil Diskusi dengan Buk Dina

Awalnya gugup saat buk Dina mendekati bangku saya, ternyata yang ingin dipertanyakan adalah hasil belajar yang telah dilakukan dalam beberapa minggu mata kuliah Kreativitas.


Buk Dina menanyakan apa saja yang didapat dalam mata kuliah ini dan proses pengembangan kreativitas saya. Baik akan saya ceritakan kembali agar para pembaca juga tahu.hehehe

Saya beruntung masuk mata kuliah ini,karena setelah masuk mata kuliah ini setiap tugas yang diberikan dapat dikerjakan secara berimajinasi dan tidak terpaku dengan susunan kurikulum saja, nah salah satu pendorongnya adalah bagaimana buk Dina memberikan saya stimulasi agar mampu mengembangkan apa yang selama ini tersembunyi,hal ini berkaitan dengan strategi pengembangan kreativitas yang didalam 4P ada Pendorong, baik pendorong dari lingkungan maupun pendorong dari dalam, pendorong dari lingkungan tadi saya katakanlah hasil stimulasi yang diberikan buk Dina dan peran mama yang mendorong saya untuk percaya diri terhadap hasil-hasil yang saya kerjakan,sedangkan pendorong dari dalam yaitu motivasi intrinsik saya adalah bagaimana saya ingin menjadi yang terbaik dalam setiap penugasan yang diberikan dan bagaimana saya ingin membuat sesuatu yang belum pernah saya lakukan.

Setelah itu, buk Dina ingin saya menjelaskan bagaimana saya berproses dengan peranan  4P dalam memberikan strategi perkembangan kreativitas.

Pertama, Pribadi, tentunya mencakup diri saya sendiri, dan saat itu saya jujur mengatakan bahwa saya bukan termasuk orang yang mempunyai pribadi kreatif tapi saya tidak mau berhenti ditempat dan terus sebagai pribadi tanpa mempunyai kreatifitas,nah dengan mengikuti mata kuliah inilah saya mengasah pribadi saya agar menjadi pribadi yang lebih imajiner lagi.

Kedua, Pendorong, seperti yang saya katakana pada buk Dina dan yang diatas tadi, pendorong saya adalah buk Dina dan mama. Sedangkan dari dalam tentunya motivasi instrinsik dari saya.

Ketiga,Proses, dalam proses ini tentunya dapat dilihat dari bagaimana kinerja saya dalam membuat dan mengerjakan segala bentuk tugas yang telah diberikan dan bagaimana saya berproses didalamnya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Terakhir, Produk. Ini dapat terlihat dari posting di blog dan realisasinya dengan benda-benda hasil karya saya.

Kemudian buk Dina pun menanyakan kepada saya mengapa dia dijadikan sebagai Patokan saya dalam membuat hasil kerja saya,maka jawaban dari saya adalah karena sejauh ini stimulasi dari buk Dina membuat saya termotivasi dan berani menampilkan diri saya apa adanya,dan semoga ini terus berlanjut.

Yah.. hanya itu yang bisa saya jelaskan,semoga dari diskusi tadi dapat membuat saya termotivasi untuk lebih mengembangkan kreativitas saya. Thank you… ^_^

Selasa, 04 Oktober 2011

Khas Made On Lia

Aku bangga banget dengan hasil buatan ku sendiri, ceritanya diawali dengan perselisihan antara ku dengan teman sekamar, kami biasanya masak berdua,aku bertugas menggoreng bahan-bahan sedangkan dia menggiling cabe, nah..sore itu kami sedang tidak mempunyai persediaan yang cukup untuk menyambal,jadi kami sepakat untuk membuat masakan sendiri-sendiri, bertepatan juga ada tahu dan tempe sedikit juga kiriman ikan rebus dari mama,aku ingin nyambal semua bahan-bahan itu.

Awalnya dia sepakat untuk membantuku menggiling cabe, tapi tiba-tiba dia menolaknya, huhh... aku kesal banget karena semuanya sudah digoreng, setelah beberapa menit aku ingat dulu pernah melihat mama masak tauco kering tanpa santan dan tauco sendiri. kemudian dengan semangat 45 aku melihat dikulkas ada sedikit bahan-bahan giling yang siap dipakai,yah..namanya belum belanja tinggal sisa-sisanya dong... maka aku putuskan untuk masak masakan tanpa bantuan teman tadi...

bahan-bahannya ini dia :
  • jahe,bawang merah dan putih serta kemiri yang sudah digiling satu sendok teh.
  • minyak goreng tentunya.
  • ada tempe,tahu,dan ikan rebus.
  • cabe merah yang diris-iris.
  • air setengah gelas.
  • royco dan garam.
Nah ini proses pembuatannya :
  • Awalnya tempe,tahu dan ikan rebus digoreng sampai masak.
  • Seteah itu, sisakan sedikit minyak dikuali tempat penggorengan tadi,dan masukkan bumbu-bumbu gilingan tadi,kemudian ditumis sampai dia mengeluarkan bau harum.
  • kemudian masukkan cabe iris kedalamnya,diaduk-aduk sampai terlihat layu.
  • Masukkanlah bahan-bahan lainnya seperti tempe,tahu,dan ikan rebus tadi, kacau-kacau sampai terlihat bumbunya meresap,
  • Kalau sudah kelihatan kering tambahkan air setengah gelas tadi agar bumbunya makin meresap, tunggu hingga mendidih,dan terakhir masukkan royco dan garam secukupnya. Jika telah terlihat air tadi mengering.matikan kompornya.
  • Masakan siap dihidangkan..
Tulisan ini bukan beraksud pamer atau apalah,hanya saja agar ada kenang-kenangan dari masakan khas buatan lia sendiri,karena seperti yang sudah diceritakan tadi kalau kami masak selalu berdua,ada enak dan ada gak enaknya juga sih, terkadang perbedaan membuat perselisihan tapi tak dapat dipungkiri kalau perbedaan itu indah lo. Dan dibalik perselisihan kami tadi, lia bisa termotivasi membuat masakan sendiri.
Maw coba?????

Realisasi The Inspirator dengan strategi 4P

Udah pada baca khan gimana hasil kerja ayah ku.. sekarang aku mau ajak pembaca untuk membahas kriteria yang bisa dikatakan kreatif itu apa aja sih??? pasti semua sudah tau khan kalau seseorang itu dikatakan kreatif jika didalamnya terdapat 4P yaitu Pribadi, Pendorong,Proses dan Produk. kalau begitu hasil kerja ayah bisa dikatakan kreatif gak ya?? yukk sama-sama kita bahas apakah hasil kerja ayah memiliki 4P.

1. Pribadi
Menurut buku karangan Prof. Dr. Utami Munandar, seseorang dikatakan menjadi kreatif apabila seseorang menciptakan sesuatu yang menggambarkan keorisinilan dan keunikan orang tersebut. Nah dari ungkapan pribadi yang unik inilah dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif.
seperti ayah tadi, tanpa mencontoh dan melihat ide orang lain, tanpa disadari ide tersebut mengalir dengan sendirinya.

2.Pendorong (Press)
Bakat kreatif seseorang akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya, ataupun jika ada dorongan kuat dalam dirinya sendiri (Motivasi Internal) untuk menghasilkan sesuatu.
Dengan kuatnya keinginan aku untuk bisa mempunyai tempat pajangan mainan,ditambah lagi dengan ide ayah yang menerutku sesuai dengan keinginanku saat itu,maka dorongan itu semakin kuat yang berasal dari aku dan ayah,ditambah lagi mama pun sepertinya welcome dengan apa yang dikerjakan oleh ayah, seperti kata ayah saat itu sambil menyelam minum air, sambil menghabiskan waktu dapat membuat sesuatu yang membuat aku senang...

3. Proses
Dalam hal ini yang terpenting adalah memberikan kebebasan kepada orang tersebut untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif, tentu saja dengan persyaratan tidak merugikan orang lain dan lingkungan. Pertama-tama yang perlu adalah proses bersibuk diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu cepat menuntut dihasilkannya produk-produk kreatif yang bermakna.
Hal yang disampaikan diatas memang benar, sebagai orang yang hanya melihat bagaimana ayah melakukannya,aku hanya bisa bertanya-tanya sampai membuat ayah hampir hilang kesabarannya dan akhirnya aku harus diam agar ayah berkonsentrasi dengan produk buatannya. Dan memang terang saja dengan membiarkan ayah melakukannya sendiri, dia bisa menciptakan sesuatu yang berguna, juga tidak merugikan orang lain dan lingkungan karena tempat ayah membuatnya dibelakang rumah kami dan bahan-bahannya memang milik pribadi.

4. Produk
Kondisi yag memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan, yaitu sejauh mana kedua nya mendorong ("press")seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (kesibukan,kegiatan)kreatif,dan muncullah produk.
Produk yang diberikan ayah ini akhirnya diberi nama pajangan keramik.

Sekarang kita sudah bisa menyimpulkan bahwa ide dan produk ayah ini sudah dapat dikatakan kreatif kan???
tapi strategi 4P untuk meneliti tentang kreatif ini dengan menggunakan pertanyaan 5W + 1H. yuuk sama-sama kita jawab.

1. Who ? Ayah..
2.What ? produknya pajangan keramik
3.why? permintaanku dan mengisi waktu luang ayah
4. When ? sore hari ketika ayah gak kerja
5.Where ? dilokasi rumah bagian belakang
6. How ? sudah dijelaskan diblog sebelumnya kan....

Kamis, 29 September 2011

My Inspiration

Dia adalah seorang lelaki yang bagi ku adalah inspirator dan sampai sekarang tetap begitu. Dia ayah ku.
Ada sebuah kisah yang sampai sekarang selalu kuingat dan kujadikan bahan introspeksi diri untuk selalu menjadi yang terbaik walau seburuk apapun keadaan.

Saat itu aku baru berusia 5 tahun dan ekonomi keluarga kami masih sangat pailit, ayah hanya bekerja sebagai penjaga kantor dan dibandingkan dengan kebutuhan masih sangat kekurangan.
Sore itu ayah sedang tidak berkerja, aku dan ayah pun membersihkan gudang tempatnya meletakkan peralatan bekas, disana dia menemukan beberapa papan dan triplek bekas yang memang masih bisa digunakan. Dia pun menanyakan kepadaku bagaimana kalau kami membuat hiasan rumah dari papan dan triplek untuk  tempat-tempat pajangan agar menambah pajangan dirumah. Aku sangat gembira dengan ide tersebut karena aku memang  mempunyai mainan yang sangat ingin kupajang agar semua yang datang kerumah bisa melihatnya.

Ayah memulainya dengan menggergaji papan-papan sesuai ukuran dan bentuk yang kami inginkan sedangkan aku yang masih berusia 5 tahun hanya bisa terus menerus bertanya kepada ayah sangking ingin tahunya sampai-sampai ayah memberiku sekeping coklat  berbentuk uang logam  yang ia dapat dari kembalian membeli gula dan teh tadi agar aku diam dan tak membuyarkan konsentrasinya. Setelah triplek dan papan tadi disatukan dengan paku maka terbentuklah seperti rumah-rumahan kecil yang bertingkat-tingkat, dan untuk menambah keindahnya ayah cepat-cepat mengambil cat dan vernis hingga berwarna kuning keemasan.
Wahh…. Aku kagum dengan hasilnya karena sangat sederhana tapi juga menarik,bahan-bahan yang digunakan juga tidak sulit dicari. Dengan bangganya kami pun menunjukkan hasil tersebut kepada mama yang meresponnya dengan antusias juga. Hari minggu selanjutnya aku dan mama membeli beberapa keramik yang bentuknya lucu-lucu seperti gajah,burung,ayam,dll untuk dipajang ditempat yang ayah buat itu.
Beberapa minggu setelah kami memajang keramik dan tempat buatan ayah tadi, dirumah diadakan wiritan perempuan yang memang rutin diadakan setiap minggu dengan bergiliran, teman-teman mama pun memperhatikan benda yang tidak biasa ada dirumah kami, tidak disangka ternyata mereka pun mengaguminya dan mereka spontan meminta ayah membuatnya kembali agar mereka bisa memilikinya juga. Suatu anugrah yang luar biasa didapatkan karena orderannya melebihi dari yang kami perkirakan, dan karena ayah pernah ikut uwak menjadi tukang bangunan,hal itu membuatnya memiliki banyak pola-pola desain yang baru. Usaha itupun berjalan dan dapat sedikit membantu keluarga kami dalam hal ekonomi, hingga suatu ketika ayah diangkat menjadi karyawan tetap perkebunan itu, ia pun menolak orderan dan kini fokus terhadap pekerjaannya.
Tapi,sampai sekarang saat aku bermain kerumah-rumah teman dan saudara disana, aku selalu melihat hasil karya ayah dipajang dengan bagusnya. Karena itu aku bangga dengan ayah walau tidak mempunyai pendidikan yang tinggi tetapi ayah bisa membuat orang senag denga karyanya yang tidak seberapa. Pesan ayah yang selalu kuingat adalah jangan sombong dengan jia mempunyai  ilmu dan teruslah menjadikan ilmu tersebut sebagai sesuatu yang dapat dipergunakan sampai kapan pun.

nb : hasil karya ayah tepat dibelakang ku itu.. :D

Jumat, 23 September 2011

Proses Pembuatan Karya Kreativitas

Memang jika dilihat dari hasilnya dan dibandingkan dengan hasil karya kawan-kawan rasanya sedikit minder untuk mempost nya tapi sebagai mahasiswa Psikologi yang katanya terkenal dengan ke-PDannya dan karena ingin sedikit membuat self esteem menjadi tinggi maka saya tampilkan hasil karya saya tersebut.
Awalnya binging juga pengen membuat produk dari jenis apa,karena jujur saya masuk kreativitas karena ingin melatih kreativitas saya yang sangat tidak diatas menengah,bahkan jika ditanya disegi mana anda bisa menjadi kreatif saya akan bingung menjawabnya. Setelah mendapat ide dari mama dan teman-teman akhirnya saya memilih untuk membuat bingkai foto berhubung karena saya sangat suka berfoto dan mempunyai koleksi foto yang banyak dan frame yang minim., dibarengi dengan tempat pena dan kartu ucapan.Saya memulai kegiatan ini dengan mengumpulkan alat-alat yang diperlukan dan menambah beberapa bahan sebagai tambahan dari bahan pokok yang telah diberikan oleh buk Dina sebagai dosen pengampu mata kuliah Kreativitas.
Alat dan bahan nya berupa :
*      Alat
Ø  Gunting
Ø  Lem
Ø  Hekter

*      Bahan
Ø  Kertas brosur
Ø  Sedikit kacang hijau

Cara pembuatannya :
ü  Awalnya meneguhkan niat dan membaca Basmalah.
ü  Mengumpulkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
ü  Menggunting kertas menjadi kecil-kecil dan mengubahnya menjadi bentuk bunga denga bantuan hekter.
ü  Menyatukan beberapa lembar kertas dan menguntingnya hingga menjadi sebentuk frame, lalu menempel aksesorisnya dengan bunga,dan sedikit kacang hijau yang membentuk pohon.
ü  Untuk tempat penanya beberapa lembar kertas dibuat menjadi seperti tabung dan dihiasi dengan beberapa batang bunga yang dibuat dari kertas yang lebih tipis dari yang lainnya.
ü  Untuk kertas ucapan hanya menempel dan membentuk beberapa pola seperti kincir angin dan menghekternya sesuai keinginan.

Demikianlah cara pembuatannya hingga tercipta beberapa karya yang tak seberapa ini, dalam proses pengerjaannya saya dibantu oleh teman saya yaitu Lisa Chairani, semoga tulisan ini dapat berguna bagi saya dan juga para pembaca lainnya dan mendapatkan kritik dan saran dari dosen pengampu. Terima kasih… “;D

Hasil Karya dari Olahan Brosur Bekas

Bingkai foto
Tempat Pena
Kartu Ucapan

Minggu, 15 Mei 2011

Motivasi Intrinsik sebagai Kunci Awal Meraih Prestasi

Topik : Peran motivasi dalam proses mewujudkan prestasi
Judul : Motivasi Intrinsik sebagai Kunci Awal Meraih Prestasi

PERENCANAAN
Pendahuluan
Fenomena-fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini banyak menyita perhatian orang-orang dalam psikologi pendidikan, banyak diantara murid-murid yang menjadikan proses belajar sebagai suatu bentuk tekanan untuk mendapatkan semata-mata nilai yang baik atau dengan tujuan naik kelas saja, bukan memperoleh ilmu pengetahuan sehingga mengakibatkan motivasi intrinsic yang mereka punya mengalami penurunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya motivasi intrinsik yang dimiliki oleh setiap murid disebabkan oleh kurangnya kesesuaian antara lingkungan sekolah dan kebutuhan remaja saat ini. Hal ini mengakibatkan penurunan terhadap evaluasi diri dan sikap negatif terhadap sekolah itu sendiri. Bila hal ini terus berlanjut maka akan berdampak buruk pada kemampuan untuk berkembang, bertahan dan bersaing di dalam masyarakat.
Topik ini dipilih untuk melihat seberapa besar pengaruh motivasi dalam meningkatkan prestasi murid, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Penelitian yang diambil adalah sampel murid-murid SMA dengan alasan bahwa tingkatan SMA lebih mampu menunjukkan persepsi-persepsi mereka masing-masing secara kompleks dalam hal motivasi yang mendorong pencapaian prestasi mereka.

Landasan teori
Penelitian yang kami lakukan berhubungan dengan teori mengenai motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik,karena motivasi intrinsic adalah motivasi utama yang dapat mempengaruhi proses pencapaian prestasi murid,dan hal tersebut juga tidak terlepas dari dukungan motivasi ekstrinsik.
Motivasi intrinsik tersebut merupakan motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri).(Santrock.,J.W(2008)). Contoh: murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang akan diujikan tersebut. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. penghargaan (reward) eksternal dapat memperkuat dan ada pula yang dapat melemahkan  motivasi intrinsik.(Santrock.,J.W(2008) Contoh: murid mungkin belajar keras dalam menghadapi ujian untuk memperoleh nilai yang baik.Disamping itu, Perspektif behavioral menekankan arti penting motivasi ekstrinsik dalam mencapai prestasi  sedangkan pendekatan kognitif dan humanis lebih menekankan pada pentingnya motivasi internal dalam berprestasi.
Murid termotivasi untuk belajar saat mereka diberi pilihan, senang menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapat imbalan yang mengandung nilai infromasional serta memberi pujian bisa memperkuat motivasi intrinsik murid.Hal demikian dapat terjadi didukung oleh dua jenis motivasi intrinsic tersebut. Motivasi intrinsik dibedakan antara dua jenis yaitu :
·         Determinasi diri dan pilihan personal (Deci & Ryan,1994)
Dalam hal ini, murid ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri bukan karena kesuksesan atau imbalan eksternal. Murid diberi beberapa pilihan dalam aktivitas yang mereka inginkan. Mereka juga didorong untuk mengambil tanggung jawab personal atas tindakan mereka, termasuk mencapai tujuan yang telah mereka tentukan sendiri.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam memberikan murid kesempatan untuk memilih dan determinasi diri (Brophy,1998; Deci & Ryan, 1994):
1.      Luangkan waktu => luangkan waktu untuk berbicara dengan murid dan jelaskan kepada mereka mengapa aktivitas pembelajaran yang harus mereka lakukan adalah penting.
2.      Bersikaplah penuh perhatian (atentif) => perhatikan perasaan murid saat mereka disuruh untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan.
3.      Kelola kelas secara efektif => usahakan agar murid bisa membuat pilihan personal. Biarkan murid memilih topik sendiri, tugas menulis, dan proyek sendiri. Beri mereka pilihan cara melaporkan tugas mereka, baik laporan individual maupun laporan kelompok.
4.      Ciptaan pusat pembelajaran => murid dapat belajar sendiri atau secara kolaboratif dengan murid lain untuk proyek yang berbeda-beda di pusat pembelajaran itu. Proyek atau tugas itu misalnya seni bahasa, studi sosial, atau komputer. Murid dapat memilih sendiri aktiviitas yang ingin mereka lakukan.
5.      Bentuklah kelompok minat => bagi murid ke dalam kelompok-kelompok minat dan biarkan mereka mengerjakan tugas-tugas yang relevan dengan minat mereka.

·         Pengalaman Optimal
Mihaly Csikszentmihalyi(1990,1993,2000) mengembangkan ide yang relevan untuk memahami motivasi intrinsik. Beliau menggunakan istilah flow untuk mendeskripsikan pengalaman optimal dalam hidup. Beliau menemukan bahwa pengalaman optimal itu terjadi ketika orang merasa mampu menguasai dan berkonsentrasi penuh saat melakukan suatu aktivitas. Beliau mengatakan bahwa pengalaman optimal ini terjadi ketika individu terlibat dalam tantangan yang mereka anggap tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah. Flow paling mungkin terjadi di area di mana murid ditantang dan menganggap diri mereka punya pilihan yang tinggi. Ketika keahlian murid tinggi tetapi aktivitas yang dihadapinya tidak menantang, haslinya adalah kejemuan. Ketika level tantangan dan keahlian rendah, murid merasa apati dan ketika murid menghadapi tugas sulit yang dirasa tidak bisa mereka tangani, maka mereka merasa cemas.
Ada beberapa cara dalam membantu murid mencapai pengalaman optimal (flow), yaitu:
1.      Kompeten dan termotivasi => jadilah ahli dalam mata pelajaran atau pokok persoalan, tunjukkan semangat saat anda mengajar, dan hadirkan diri anda sebagai model yang punya motivasi intrinsik.
2.      Ciptakan kesesuaian optimal => strategi yang baik adalah mengembangkan dan mempertahankan kesesuaian optimal antara apa yang anda tugaskan pada murid sesuai dengan tingkat keahlian mereka. Artinya, mendorong murid untuk menghadapi tantangan namun dengan tujuan yang masuk akal (reasonable).
3.      Naikkan rasa percaya diri => beri murid dukungan instruksional dan emosional yang mendorong mereka untuk menjalani pembelajaran dengan penuh percaya diri dan sedikit kecemasan.

Selain jeis-jenis motivasi intrinsic yang mempengaruhi pencapaian prestasi dari siswa tersebut, ada penghargaan eksternal yang dapat memperkuat atau melemahkan motivasi intrinsic.yaitu sebagai berikut:
-          Imbalan ekstrinsik dengan motivasi intrinsik (Schunk, 2000)
Intinya bahwa penting untuk mengkaji adakah kandungan informasi kompetensi di dalam hadiah. Ketika hadiah dikaitkan dengan kompetensi, maka hadiah bisa menaikan motivasi dan minat. Jika tidak, hadiah tidak akan menaikkan motivasi atau mungkin justru melemahkan motivasi ketika hadiah tidak diberikan lagi. Ketika imbalan yang ditawarkan memberikan informasi tentang penguasaan keahlian atau ability, murid akan merasa kompeten dan bersemangat. Imbalan yang digunakan sebagai insentif menimbulkan persepsi bahwa perilaku murid disebabkan oleh imbalan eksternal, bukan oleh motivasi dalam diri murid untuk menjadi pandai.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pentingnya motivasi dalam meningkatkan prestasi siswa,baik berupa motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Untuk memperkuat penjelasan kami dalam hal pentingnya motivasi tersebut kami mengambil sampel murid SMA 2 Sutomo untuk mengadakan survey seputar motivasi tersebut. Kami ingin membuktikan apakah murid SMA swasta Sutomo 2 kelas XI IPA 1 lebih memiliki motivasi intrinsik atau motivasi ekstrinsik dalam mewujudkan prestasi?

Alat atau Bahan
Untuk membuktikan apa yang menjadi tujuan dalam melakukan survey ini, ada beberapa alat ataupun bahan yang digunakan antara lain:
-          Kuesioner
Sebagai bahan utama dalam pelaksanaan survey
-          Alat tulis
Dipakai sebagai alat untuk menjawab survey
-          Kamera
Dipakai pada saat pelaksanaan untuk dokumentasi dan sebagai bukti pelaksanaan proyek.

Analisa Data
Data yang diambil adalah 30 murid SMA Sutomo 2 kelas XI yang dianggap cocok untuk dianalisa motivasi mereka dalam proses mewuudkan prestasi.
Dalam pembuatan kuesioner sebagai bahan utama untuk membuktikan apakah prestasi murid SMA Sutomo 2 lebih ditentukan oleh motivasi intrinsik atau motivasi ekstrinsik, maka perencanaan pembuatannya disusun dalam bentuk blueprint. Kuesioner yang berisi 20 soal yang terbagi menjadi 10 pernyataan motivasi intrinsik dan 10 pernyataan ekstrinsik. Data yang terkumpul akan dicross-check jawaban – jawaban sampel dengan panduan blueprint yang telah dirancang sehingga dapat dengan mudah diambil 1 kesimpulan untuk menjawab permasalahan di atas pada survey ini.

Jadwal Pelaksanaan
KEGIATAN
BULAN
APRIL
MEI
Mig 2
Mg 3
Mg 4
Mg 5
Mg2
Mg 3
Mg 4
Mg 5
Perencanaan topic dan judul

Rabu,13 april at 11.00 WIB






Pembuatan  latar belakang dan landasan teori


Jum’at,22 april at 14.00 WIB





Pembuatan kuisioner.



Senin, 25 april at 14.00 WIB.




Minta Izin ke sekolah Sutomo 2 Medan



Kamis, 28 april at 13.30 WIB.




Pembuatan surat izin fakultas untuk melakukan survey ke sekolah




Sabtu, 30 april at 14.00 WIB.




menyerahkan surat izin fakultas kepada pihak sekolah




Selasa, 03 mei at 12.00 WIB



Pelaksanaan giatan.
Tiba di SMA 2 Sutomo.




Jum’at, 06 mei at 10.00



Memasuki gedung sekolah




At 10.30



Melapor kepada guru BP




At 10.35



Berbincang-bincang seputar sekolah.




At 10.40-10.55



Menuju kelas




At 11.00



Perkenalan dan maksud kunjungan sambil mengambil dokumentasi




At 11.05



Pembagian kuisioner dan dokumentasi




At 11.10



Pengumpulan kuisioner dan pemberian reward serta dokumentasi




At 11.25



Penutupan dan ucapan terima kasih.




At 11.35



Permohonan izin pulang kepada guru BP




At 11.45



Pulang dari SMA 2 Sutomo




At 12.00



Pengevaluasian data dan Pengambilan kesimpulan survey





Sabtu, 7 Mei 2011 at 13.00 WIB


Penyelesaian Poster






Minggu, 16 Mei 2011


Subjek atau Objek
Yang terpilih menjadi subjek penelitian adalah murid SMA Sutomo 2 Medan kelas XI IPA 1 yang berjumlah 30 orang. Objek yang akan diteliti adalah motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik dari 30 murid SMA Sutomo 2 Medan kelas XI IPA 1.

Kalkulasi Biaya
Perkiraan biaya yang dikeluarkan kami rincikan sebagai berikut :
-          Angket yang berjumlah 30 buah fotokopian                          : Rp 22.000
-          Snack yang disediakan juga berjumlah 30 buah                     : Rp 15.000
-          Bahan bakar yang digunakan dalam melakukan perjalanan  : Rp 20.000

PELAKSANAAN

Uraian mengenai pelaksanaan kegiatan
Kegiatan mini proyek yang diawali  dengan  perencanaan kegiatan dilakukan melalui forum diskusi antara sesama anggota kelompok, setelah memilih topic yang sesuai dengan kesepakatan, mulailah diatur strategi apa saja yang akan digunakan dalam melakukan penelitian ini, hingga akhirnya diputuskan untuk menggunakan strategi pemberian kuesionerr terhadap 30 murid SMA sekolah SMA Sutomo 2 Medan kelas XI IPA 1 sebagai sample penelitian.
Menggunakan surat izin yang diberikan oleh fakultas, pihak yang berwajib di sekolah tersebut akhirnya mengizinkan untuk dilakukan penelitian ini, setelah melakukan sedikit negosiasi kepada guru BP (Bimbingan Penyuluhan) Ibu Flora selaku orang yang bertanggung jawab terhadap sekolah, jadwal penelitian pun ditetapkan pada hari Jum’at tanggal 6 mei 2011.
Pada tanggal 6 Mei 2011 bertepatan pada jam 11 setelah para murid-murid tersebut istirahat kami dipersilahkan memasuki ruangan kelas untuk melakukan penelitian selama 15 menit. Selama 15 menit yang telah disepakati awalnya dilakukan perkenalan diri dan tujuan dalam melakukan kunjungan ke sekolah tersebut tepatnya ke kelas XI IPA 1, setelah itu dibagikanlah angket kepada masing-masing siswa yang berjumlah 30 orang. Selang para siswa mengisi angket tersebut, diambillah dokumentasi untuk menambah kebutuhan dari penelitian ini. Selama kurang lebih 10 menit mengisi angket tersebut para siswa kemudian mengantarkannya ke depan dan memberikannya kepada peneliti sambil memberikan reward kepada mereka sebagai ucapan terima kasih telah membantu proses penelitian ini. Setelah mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf karena telah menyita waktu mereka dan meninggalkan kelas tersebut.Diakhir kunjungan ke sekolah SMA Sutomo 2 tidak lupa tetap menyempatkan untuk mengambil dokumentasi. Dan setelah meminta izin kepada para guru yang berwajib dan mengucapkan terima kasih, berkumpul sebentar lalu meninggalkan sekolah SMA Sutomo 2. Keesokkan harinya, data yang terkumpul dicross-check dengan blueprint yang telah dibuat sebelumnya. Dan akhirnya tanggal 9 Mei 2011, hasilnya telah diperoleh dan pertanyaan penelitian telah berhasil terjawab dengan diperolehnya kesimpulan penelitian.