Collection

Collection
.

Kamis, 24 November 2011

Pembahasan antara materi bacaan dengan jurnal


1.      Jurnal yang membahas mengenai kurikulum di Indonesia 

           Didalam jurnal yang berjudul Peran Orang Tua dan Pendidik dalam Mengoptimalkan Potensi Anak Berbakat Akademik,saya dapat menangkap sebuah makna yang sama dengan pembahasan mengenai kurikulum diferensiasi sesuai dengan materi perkuliahan yang seharusnya diadakan pada tanggal 24/12-2011 ini,karena dalam jurnal ini dapat kita baca bahwa didalamnya juga terdapat bagaimana modifikasi diferensiasi untuk membuat anak berbakat semakin mampu meningkatkan produktifitasnya.

          Sesuai dengan defenisi dan pembahasan yang berada dalam buku karangan buk Utami munandar ini dijelaskan bahwa : kurikulum secara umum mencakup semua pengalaman yang diperoleh siswa di sekolah,dirumah,dan didalam masyarakat dan yang membantunya mewujudkan potensi-potensinya. Hal ini sesuai dengan isi jurnal sendiri yang menyebutkan juga bahwa selain peran orang tua,peran guru,dan juga konselor juga sangat penting sebagai pemicu potensi anak-anak berbakat ini. Selain itu untuk melayani kebutuhan pendidikan anak berbakat perlu diusahakan pendidikan yang berdiferensiasi, yaitu yang memberi pengalaman pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan intelektual siswa (Ward,1980). Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah keberbakatan tidak akan muncul apabila kegiatan belajar terlalu mudah dan tidak mengandung tantangan bagi anak berbakat sehingga kemampuan mereka yang unggul tidak akan tampil (Stanley,dikutip Utami Munandar,1992).

           Hal ini sama dengan isi jurnal yang menyebutkan beberapa model yang dapat dipenuhi untuk mengembangkan anak berbakat dalam ruang kelas. Untuk guru dapat mempertimbangkan dalam membuat perubahan dalam empat bidang, yaitu: 

1.       1.Isi kurikulum  (apa yang siswa pelajari)
2.     2. Proses yang melibatkan siswa (bagaimana siswa bekerja dengan informasi)
3.   3.   Produk pelajaran (bagaimana siswa menunjukkan apa yang mereka tahu).
4.      4.Lingkungan belajar

         Model pembelajaran ini juga dibahas dalam teori modifikasi kurikulum tersebut,sebagaimana disebutkan oleh Warker (1982) yang menekankan bahwa kurikulum anak berbakat modifikasi dalam empat bidang ,yaitu : materi (konten) yang diberikan,proses atau metode pembelajaran,produk yang diharapkan dari siswa,dan lingkungan belajar.

       Sehingga kesimpulan yg dapat kita ambil dari isi jurnal dan materi bacaan ini adalah dengan menggunakan kurikulum diferensiasi anak-anak berbakat semakin terpacu untuk meningkatkan potensi mereka,sehingga tidak terjadi kebosanan dan membuat mereka menjadi tertantang untuk semakin ingin mencoba hal yang baru.

2.      Membahas permasalahan di Belanda (International)

          Didalam jurnal ini dapat kita lihat bagaimana diskronitas perkembangan yang terjadi di Belanda,mereka mempermasalahkan bagaimana menanggapi anak yang mempunyai kebutuhan khusus atau bisa disebut anak yang memiliki bakat lain dari seumuran biasanya. Mereka mengeluh mempunyai siswa yang berbakat dan mempunyai intelegensi yang tinggi,karena mereka memperkirakan bahwa dengan adanya anak-anak yang berintelegensi yang tinggi pola pengasuhan dan pendidikannya akan semakin sulit dilakukan,akhirnya belanda pun memberikn jalan keluar dengan mendirikan sekolah-sekolah khusus anak yang mempunyai  kemampuan lebih.

          Sehingga apabila dihubungkan dengan teori yang berada dalam buku bacaan arangan Utami Munandar ini dapat kita bahas bahwa dengan mendirikan sekolah saja,tanpa memodifikasi lingkungannya sesuai dengan kebutuhan anak-anak tersebut hasilnya akan sama saja,disinilah dibutuhkan teknik modifikasi diferensiasi dan metode-metode pengajaran yang telah dibahas diatas tadi,sehinggal dengan mulai menertibkan anak-anak yang berbakat dengan pola pendidikan seperti itu akan diyakini dan dapat diprediksi anak-anak ini semakin dapat mengoptimalkan dan mewujudkan keinginan mereka dengan sekreatif mungkin.

3.      Perbandingan antara dua jurnal.

            Tidak ada perbandingan signifikan yang terjadi,karena inti dari permasalahan keduanya menyangkut bagaimana anak berkebutuhan khusus mempunyai kepentingan yang memang wajib untuk dipenuhi karena apabila mereka tetap diperlukan sama dengan teman-temannya yang biasa saja,hal ini dapat membuat semangat serta motivasi mereka menurun,hal ini tentunya akan mengakibatkan sesuatu yang tidak diharapkan.

 Sumber : Prof.Dr.Utami Munandar (Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat) hal : 138-dst.




Kamis, 17 November 2011

Apa-apan ne??????


        Pas masuk kelas tiba-tiba ada empat orang yang memang mukanya sudah sering terlihat disekitar kampus tapi mengenai identitasnya masih kurang ngerti… ne ada apa ya?? Tapi setelah buk Dina memasuki kelas dan menagih janji kami untuk menampilkan performance setiap pertemuan after mid,kakak-kakak tadi mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing, dan ternyata hari ini mereka yang memberikan pengajaran dikelas kreativitas.

              Awalnya deg-degan juga sih karena gak tau apa yang akan terjadi,setelah basa-basi sedikit kakak itu pun mulai memberikan kami perintah dengan menarwankan kertas origami satu per orang,setelah itu kami pun disuruh duduk sebagai kelompok sesuai warna kertas origami tadi. Ini dia nih yang buat pikiran karena dari dulu sampai sekarang aku paling gak bisa bermain-main dengan kertas origami,huh…aku mulai heran sebenarnya kemampuanku dimana ya???

             Kami pun ditugaskan untukmembuat sebuah bentuk benda apapun itu dari 3 buah kertas origami tersebut dan menceritakan kisahnya serta mengaitkan proses pembuatannya dengan masing-masing dua buah teori mengenai metodepengajaran dalam waktu 10menit…

              Waktu demi waktu pun berputar,hingga setelahperformance dari setiap kelompok seorang kakak yang aku lupa siapa namanya memberikan komentar mengenai kinerja kami tadi,yang terkejutnya awalnya mereka berbicara maniz-maniz,lembut gitu berubah menjadi garang dan menakutkan,menyudutkan dan pokoknya shock terapi yang sukses dech… walau pada akhir pertemuan aku tau maksud kakak  tadi bukan semata-mata ingin menggurui dan menyalahkan kelompok,tadi ada sebuah pesan yang tersirat yang bagiku sangat berkesan dan bermanfaat senagai bekal ku nantinya untuk menjalani impian sebagai dosen..

Disamping itu pemahaman mengenai materi perkuliahan ini tersampaikan dengan cukupmenarik. So far mengesankan dan menyenangkan,tapi gak bisa bohong kalau ada rasa gimana gitu sama tingkah spontan kakak tadi…. Itu aja dech testimony untuk hari ini. Makasih… ^_^

Minggu, 30 Oktober 2011

Smile + Laugh = HEALTHY AND HAPPY

Ini merupakan Konsep yang akan kami realisasikan pada saat mata kuliah Kreativitas

Kelompok        : Kartika Sari Anggraini 081301029
                          Lia Hairani                  101301001
                          Tika Ramadhani          101301018

Nama kegiatan : Cakap-Cakap Lawak-Lawak

Tema                : Betapa Pentingnya Tersenyum dan Tertawa

Metode           : Diskusi Interaktif dan Pemutaran Video.

Tujuan            :
Dengan diskusi intraktif diharapkan para mahasiswa, dalam hal ini mahasiswa yang mengambil mata kuliah kreativitas, dapat kembali menyadari pentingnya tersenyum dan tertawa. Mahasiswa juga mampu membuat perubahan di dalam dirinya dengan tertawa dan dapat menularkannya pada orang lain.

Prosedur        :
Pertama-tama, seluruh mahasiwa diminta untuk duduk dengan membentuk lingkaran, ini bertujuan agar seluruh mahasiswa dapat melihat wajah teman-temannya yang lain. Setelah itu diskusi dibuka dengan pemutaran video terlebih dahulu. Lalu diskusi dimulai dan diakhiri dengan pemutaran video kembali.

Materi        : 
Ketika seseorang tersenyum betapapun sedang tidak bahagianya orang tersebut, maka otak akan mengeluarkan sejumlah zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi sekaligus juga membuat perasaan menjadi tenang, tentram, nyaman dan bahagia atau memberi daya angkat beban jiwa bagi kondisi psikologis seseorang.
Lebih menakjubkan lagi beberapa riset mengatakan bahwa biar pun hanya diinstruksikan menampilkan wajah yang tersenyum, seseorang akan memperoleh manfaat psikologis yang sama dengan orang yang sungguh-sungguh tersenyum.
Dengan kata lain meski hanya berpura-pura bahagia tapi dengan senyuman, orang dapat membuat dirinya menjadi lebih sehat dan bahagia betulan. Inilah yang membuat proses penuaan seseorang menjadi terhambat.

Kehilangan 385 Tawa
Manfaat yang diperoleh dari senyum, menurut para ahli, ternyata akan semakin berlipat ganda bila ditambah dengan tawa. Sebagaimana diungkap Joan Coggin, M.D., seorang kardiolog di University School of Medicine, Loma Linda, Amerika Serikat, kanak-kanak rata-rata tertawa 400 kali dalam sehari. Sedang orang dewasa rata-rata hanya tertawa 15 kali saja sehari. Itu berarti manusia dewasa kehilangan 385 tawa seiring dengan bertambahnya umur. "Padahal berbukti, tertawa bermanfaat bagi kesehatan," kata Coggin.
Merujuk hasil riset yang pernah dilakukannya, doktor bidang medis itu menjelaskan, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stres.
"Setelah meninggikan sampai jumlah tertentu tekanan darah dan irama jantung, tertawa langsung menurunkannya lagi sehingga sensor-sensor perseptif meningkat dan menyebabkan Anda sanggup menghadapi tugas dengan lebih baik," paparnya.
Dari riset yang lain, psikolog Alice M. Isen, Ph.D., dari Cornell University juga menyimpulkan, mereka yang banyak menonton film komedi mampu secara lebih baik menemukan solusi kreatif dalam memecahkan soal-soal 'puzzle'.
Sedang studi yang dilakukan William Fry, M.D., profesor dari Stanford University, menunjukkan bahwa tertawa meningkatkan detak jantung dan memperbaiki sirkulasi di jaringan otot yang membantu perjalanan nutrisi-nutrisi dan oksigen ke dalam jaringan tubuh.
Menurut para ahli itu, 20 menit terbahak-bahak tertawa, setingkat dengan lima menit aerobik dalam gerakan mendayung bahkan ada juga yang berpendapat, tertawa 1 menit sebanding dengan bersepeda 15 menit.


Jika membaca konsep ini mungkin akan terkesan kegiatan ini biasa saja. Tetapi, kami akan memberikan kejutan-kejutan kecil dalam pelaksanaannya nanti.  
Just wait n see!

Rabu, 19 Oktober 2011

Evaluasi dari Soal-Soal


1.   1. Kreativitas sgt dibutuhkan dibanyak bidang,seperti : ekonomi,kesehatan,polotik maupun dlm bidang social dan budaya. Contoh dr pengalaman sendiri seperti dlm bidang ekonomi, apabila suatu penjual tidak mempunyai kreativitas dlm menawarkan barang-barangnya, sebagus apapun barang dagangannya ia tidak akan mendapatkan penghasilan yg maksimal,karena di zaman seperti saat ini, semua orang ingin mendapatkan sesuatu yg beda dari biasanya, nah..disinilah sgt dibutuhkan kreativitas tsb.

   2..  Sehubungan dg timbulnya permasalahan ini dapat dikemukakan beberapa pertimbangan atau alasan (rasional)mengapa pelayanan pendidikan khusus bagi yang berbakat perlu,yaitu :

*      Keberbakatan tumbuh dr  proses interaktif antara lingkunga yg meransang dan kemampuan pembawaan dan prosesya.
*      Pendidikan atau sekolah hendaknya dpt memberikan kesempatan pendidikan yg sama kepada semua anak untuk mengembangkan potensinya  (bakat-bakatnya)sepenuhnya.
*      Jika anak berbakat dibatasi dlm perkembangannya,ika mereka tidak dimungkinkan untuk maju lebih cepat dan memperoleh materi pengajaran sesuai dg kemampuanny,sering mereka menjadi bosan,jengkel,atau acuh tak acuh
*      Terhadap kekhawaatiran bahwa pelayanan pendidikan khusus bagi anak berbakat akan membentuk kelompok “elite”, perlu dipertanyakan apa yg dimaksud dengan kelompok elite.
*      Anak dan remaja berbakat merasa bahwa minat dan gagasan mereka sering berbeda dg teman sebaya,hal ini dptt membuat mereka terisolasi,merasa dirinya”lain dari pada yg lain”, shg tidak jarang mereka membentuk konsep diri yg negative.
*      Jika kebutuhan anak berbakat dipertimbangkan dan dirancang program untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka sejak awal, maka mereka menunjukkan peningkatan yg nyatadalam prestasi sehingga tumbuh rasa kompetensi dan rasa harga diri.
*      Mereka yg berbakat jika diberi kesempatanan pelayanan pendidikan yg sesuai akan dapat memberi sumbangan yg bermakna terhadap masy dalam semua bidang usaha manusia.
*      Dari sejarah tokoh-tokoh yg unggul dalam bidang tertentu ternyata memang ada diantara mereka semasa kecil atau sewaktu dibangku dibangku sekolah tidak dikenal sbg seorang yg menonjol dalam prestasi sekolah,namun mereka berhasil dalam hidup.

              Dasar falsafah dan kebijakan di Indonesia jelas menunjang pendidikan khusus bagi anak          berbakat,akan tetapi cukup banyak juga orang,termasuk pakar, yg mempertanyakanperlunya hal itu. Mereka berpendapat bahwa jika anak betul-betul berbakat ia akan dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya sendiri.

     3. Kendala utama dalam menghambat studi ttg  kreativitas dan penerapannya dalam dunia pendidikan adlah:

·         Kreativitas diasumsikan sebagai sesuatu yg dimilik atau tidak dimiliki, dan tidak dapat yg dapat dilalukan melalui pendidikan untuk mempengaruhinya.
·         Kendala Konseptual lainnya thd ‘gerakan kreativitas’ terletak pada alat-alat ukur(tes) yg biasanya dipakai dalam sekolah-sekolah.
·         Kurangnya perhatian dunia pendidikan dan psikolog thd kreativitas terletak pd kesulitan merumuskan konsep kreativitas itu sendiri.
·         Metodologis.
·         Penggunaan model stimulus-response dalam teori belajar merupakan sebab lain dari kurangnya perhatian psikologi dan pendidika thd masalah kreativitas.

   4. Salah satu contoh mengenai  aptitude yaitu seseorang yang berbakat pasti bisa membuat produk hasil karya sendiri dan dapat mempertanggung jawabkan keorisinalitasannya dalam berfikir, contoh ini berkaitan denga salah satu ciri aptitude yaitu orisinilitas dalam berfikir. Sedangkan contoh mengenai non-aptitude yaitu anak berbakat akan selalu mempunyai rasa kepercayaan diri terhadap argument atau apa saja yang ia lakukan dan katakana,ini juga merujuk pada salah satu cirri dari non-aptitude yaitu rasa kepercayaan diri. Dari contoh yang berasal dari ciri tersebut keduanya sangat penting dalam mendukung anak berbakat menjadi lebih maju dan mengembangkan kreativitasnya,kedua hal tersebut saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan sebagai bukti seorang anak yg tidak memiliki rasa percaya diri ia tidak akan dapat mengembangkan akan keberbakatannya begitu juga dengan orisinilitasan sebuah produk jika itu bukan dari hasil aslinya mana bias kita katakana kalau itu merupakan kreativitas.

6.. defenisi USOE ttg keberbakatan yg diadopsi di Indonesia adalah “ Anak berbakat adalah mereka yg oleh orang-orang professional diindentifikasikan sbg anak yg mampu mencapai prestasi yg tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yg unggul. Kelebihan dari defenisi yaitu memang betul kalau anak berbakat tersebut mampu mencapai prestasi mereka dari kemampuan mereka karena anak berbakat biasanya memang empunyai kecerdasan yg melebihi anak biasa tapi keterbatasan dari defenisi ini adalah selai prestasi akademik ada juga yg dapat dihasilkan dari anak berbakat sebagai karya-karya yg sebelumnya tidak berharga dapat mereka modifikasi menjadi lebih bermanfaat,jadi cakupan dari defenisi tersebut kurang luas dan merata terhadap yg disebut dengan anak berbakat.

     7. Konsep keberbakatan menurut Rezuli :




Makna dari defenisi tersebut adalah :
·         Above average Ability yaitu kemampuan diatas rata-rata ini sama dengan intelegensi anak memang sangat mendukung dalam proses kreativitasnya.
·         Task Commitment yaitu Peningkatan diri terhadap tugas, ini merupakan motivasi internal bagi anak untuk terus mengasah kreativitasnya.
·         Creativity yaitu kreativitas, dari beberapa factor pendukung tersebut terciptalah sebuah kreativitas yg dapat menghasilkan beberapa olahan yg sangat bermakna dan berharga.

  8.pendapat saya mengenai keberbakatan yg merupakan hasil sintesis antara defenisi dari USEO dan Renzuli yaitu anak berbakat adalah anak yg mempunyai intelegensi yang tinggi yg mampu terus mengembangkan setiap motivasi-motivasinya baik secara internal maupun eksternal sehingga mampu berprestasi melalui hasil kemampuannya sendiri.
109. Hubungan aktualisasi diri dengan kreativitas adalah apabila seseorang mampu mengembangkan semua bakat dan talentanyauntuk menjadi apa yg ia mampu menjadi-mengaktualisasikan atau mewujudkan potensinya.

Untuk Bab I hal. 28.

2. Teori psikoanalisis menjelaskan kinerja kreatif individu, berikut perbedaan dari 3 tokoh:
Menurut Freud proses kreatif dari mekanisme pertahanan,yg merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yg tidak menyenangkan atau yg tidak dapat diterima, Freud percaya meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif,mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab untama dari kreativitas.
Menurut Kris menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi(beralih eprilaku sebelumnya yg akan member kepuasan,jika prilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan)juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Jika seseorang mampu untuk “regress” kekerangka berfikir atau pola prilaku  sering mengandun benih kreativitas yg dpt menembus kealam kesadaran.
Menurut Jung sendiri, ia juga percaya bahwa ketidaksadaran juga memainkan peranan yg amt penting thd kreativitas tigkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbul penemuan,teori,seni,dan karya-karya baru lainnya. Proses inilah yg menyebabkan kelanjutan eksistensi manusia.

5. Kondisi internal (pridi kreatif) : pada setiap orang ada kecendrungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya, untuk mewujudkan dirinya,dorongan untuk berkembang dan menjadi matang,dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang,dorongan-dorongan tersebutlah yg merupakan motivasi primer untuk mempuk kreativitas dari segi kondisi internal sedangkan kondisi eksternalnya :
Ada dua factor yg mempengaruhinya yaitu keamanan psikologis dan kebebasan psikologis, disisi keamanan psikologis terbentuk 3 proses yg saling berhubungan yaitu :
Menerima individu sebagaimana adanya dg segala kelebihan dan keterbatasannya, mengusahakan suasana yg didalamnya evaluasi eksternal tidak ada dan yg terakhir memberikan pengertian secara empatis. Disisi kebebasan psikologisnya yaitu dg mengizinkan anak untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya.

6. Gambaran umum cirri-ciri kepribadian yg kreatif menurut penelitian:
o   Imajinatif
o   Mempunyai prakarsa
o   Mempunyai minat luas
o   Mandiri dlm berpikir
o   Melit
o   Senang berpetualang
o   Penuh energy
o   Percaya diri
o   Bersedia mengambil resiko
o   Berani dalam pendirian dan keyakinan.
Penelitian yg dilakukan dg 30 org.
Ciri-ciri diatas jika dalam kondisi yg tidak menguntungkan memang dapat berubah menjadi prilaku negative,karena para anak yg berbakat tadi mempergunakan kekreatifan mereka menjadi sesuatu cara sebagai perwujudan penolakan mereka disituasi yg tidak menguntungkan.
119.  Rancangan kegiatan belajar siswa berdasarkan strategi 4P:
·         Mengumpulkan anak yg memiliki bakat sehingga akan terbentuk pribadi yg kreatif,karena awal strategi 4P adalah berasal dari pribadi diri sendiri dulu. (Pribadi)
·         Memberikan dukungan dan dorongan kepada para siswa untuk dapat mengembangkan kreativitasnya baik dalam bentuk apapun tanpa mengomentari apapun itu,(Pendorong).
·         Memberikan siswa tersebut ruang dan kebebasan untuk mengekspresikan hal-hal yg menurut dia pantas untuk dilakukan dg tidak mengganggu lingkungan dan sekitarnya.(Proses)
·         Jika hasil yg mereka kerjakan telah selesai,jangan lansung memberian mereka penilaian yg dapat menurunkan semangat mereka karena apa yg mereka hasilkan adalah hasil dari ke orisinilitas mereka.(Produk).

Untuk Bab II hal.52

2. Anak yg precocious adalah seorang yg mampu melakukan hal-hal yg biasanya dilakukan oleh mereka yg lebih tinggi usianya. Sedangkan anak prodigious adalah seseorang yg prestasinya begitu luar biasa dan langka shg menakjubkan. Anak yg prodigious tanpa kecuali kreatif,sementara ahli matematika yg precocious  belum tentu kreatif . sebaliknya anak yg prodigious belum tentu IQ nya sangat tinggi.
Contoh : adik saya,(Aldi,4thn) sudah dapat mengaplikasikan semua jenis handphone dari bagaimana cara mematikan dan menghidupkan membuka aplikasi-aplikasi lain yg ia sukai.

8. Sub-skala dari Renzuli ialah untuk menilai atau mengukur. 1. Ciri-ciri intelektual umum. 2. Ciri-ciri motivasi. 3. Ciri-ciri kreativitas. 4. Ciri-ciri kepemimpinan. Skala ini dimuat dalam dlm buku “Pemanduan Anak Berbakat”,dan yg dikemukakan sekarang hanya subskala untuk kreativitas,yg meliputi cirri-ciri :
·         Rasa ingin tahu yg luas dan mendalam
·         Serig mengajukan pertanyyan yg baik
·         Memberikan banyak gagasan atau usul thd suatu masalah
·         Bebas dalam menyatakan pendapat
·         Mempunyai rasa keindahan yg dalam
·         Menonjol dalam salah satu bidang seni
·         Mampu melihat satu masalah dari berbagai segi/sudut pandang
·         Mempunyai rasa rumor yg luas
·         Mempunyai daya imajinasi
·         Orisinal dalam ungkapan gagasan dad lm pemecahan masalah.

Untuk Bab III hal.74

 1.    Inti dari teori Amabile ttg persimpangan kreativitas: keberhasilan kreatif adalah persimpangan (Intersection) antara keterampilan anak dlm bidang tertentu(domain skill), keterampilan berpikir dan bekerja kreatif,dan motivasi instrinsik,dapat juga disebut motivasi batin.

   3. Karateristik keluarga kreatif menurut Dacey :
·         Faktor Genetik Vs lingkungan
·         Orang tua dr remaja kreatif tidak banyak menentukan aturan prilaku didlm keluarga.
·         Tes kreativitas sbg predictor prestasi kreatif remaja
·         Pada masa kritis,mereka lebih data berpikir imajinatif dan berani mengambil resiko dlm bertindak
·         Bercando,memperolok-olok,dan memperdayakan sebagai lelucon,biasa terjadi pada keluarga kreatif.
·         Anak kreatif melihat dirinya mudah bergaul dg org lain dan menilai tinggi cirri ini.
·         Keluarga kreatif menempati rumah yg jauh berbeda dr rumah-rumah org lain.
·         Pengakuan dan penguatan pada usia dini.
·         Kebanyakan org tua dr keluarga kreatif dpt menceritakan salah satu aspek dr kehidupan mereka yg tidak biasa.
·         Anak kreatif lebih banyak mengalami trauma dr pda anak biasa.
·         Hanya sedikit sekolah yg mempunyai dampak thd pengembangan kreativitas anak.
·         Kreativitas itu hanya sedikit sekali merupakan ilham, tetapi jauh lebih banyak merupakan hasil kerja keras.
·         Kekidalan lebih banyak ditemukan pada pribadi-pribadi kreatif.
·         Orang tua sepakat bahwa hamper dua kali banyaknya dr remaja kreatif mempunyai rasa identifikasi yg kuat dg ibu mereka.
·         Penilaian orang tua mengenai kreativitas aak
·         Makin tinggi kreativitas remaja ,makin banyak jumlah koleksi mereka.

5. Perbedaan yg nyata antara keluarga anak berbakat dan keluarga anak biasa : mayoritas orang tua dr kedua kelompok ana dlm mendidik anak tidak terlalu menekankan pd peraturan yg ketat,juga tidak terlalu member kebebasan,akan tetapi menentukan peraturan dg mempertimbangkan juga tidak terlalu “laissez-faire”.

6. Cara orang tua dapat meransang kreativitas anak dirumah :
·         Kebebasan
·         Respek
·         Kedekatan emosional yg sedang
·         Prestasi,bukan angka
·         Orang tua aktif dan mandiri
·         Menghargai kreativitas.

7. Sikap orang tua yg memupuk kreativitas:
·         Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya.
·         Member waktu kepada anak untuk berpikir,merenung,dan berkhayal;
·         Biarkan anak mengambil keputusan sendiri;
·         Mendorong kemelitan anak, untuk menjajaki dan mempertanyakan banyak hal;
·         Meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yg ingin dicoba dilakukan, dan apa yg dihasilkan;
·         Menunjang dan mendorong kegiatan anak;
·         Menikmati keberadaannya bersama anak;
·         Member pujian yg sungguh-sunggu kepada anak;
·         Mendorong kemandirian anak dlm bekerja;
·         Melatih hubungan kerja sama yg baik dg anak.

Untuk Bab IV hal.97

  2. Tiga kategori karateristik guru anak berbakat :
o   Karateristik filosofis perlu dipertimbangkan dlm seleksi guru anak berbakat.
o   Karateristik professional,dari guru dapat dikembangkan melalui pelatihan dalam jabatan (in-service training) spt kemampuan untuk mempergunakan keterampilan dinamika klp,teknik,dan strategi yg maju (advanced) dlm mata ajaran tertentu, memberikan pelatihan inquiry,dan memahami ilmu computer.
o   Karateristik pribadi,guru anak berbakat meliputi motivasi,kepercayaan diri, rasa humor,kesabaran,minat luas,dan kelennturan(fleksibilitas).

   5. Peranan mentor sbg narasumber : program sekolah dapat menunjuk mentor untuk melengkapi pendidikan anak berbakat. Mentor ini biasanya sukarelawan dr masy yg mengundang anak berbakat untuk mengunjungi tempat bekerja mereka.
9. Kegiatan yg meransang kreativitas anak disekolah :
o   Guru dpt melatih keterampilan bidang- pengetahuan dan keterampilan teknis dlm bidang khusus spt bahasa,matematika,atau seni.
o   Guru juga dpt mengajar keterampilan kreatif- cara berpikir menghadapi masalah secara kreatif,atau teknik-teknik untuk memunculkan gagasan orisinal.
o   Mendorong motivasi instrinsik disekolah adalah dg membangun lingkungan kelas yg bebas dr kendala yg merusak motivasi diri.

10. Unsur yg penting diperhatikan dlm merancang strategi mengajar yg meningkatkan kreativitas anak:
o   Penilaian. Pertama, memberikan umpan balik yg berarti dr pda evaluasi yg abstrak dan tidak jelas. Kedua, melibatkan sisswa dlm menilai pekerjaan mereka sendiri dan belajar dr kesalahan mereka. Ketiga, penekanannya hendaknya thd “apa yg telah kau pelajari?” dan bukan pd “ bagaimana kau melakukannya?”.
o   Hadiah. Hadiah yg terbaik untuk pekerjaan yg baik adalah yg tidak berupa materi (intangible),spt: senyuman atau anggukan, kata penghargaan, kesempatan untuk menampilkan dan mempersentasikan pekerjaan sendiri,dan pekerjaan tambahan.
o   Pilihan. Berilah kesempatan kepada anak untuk memilih.

11.. Desain ruang kelas yg memudahkan belajar-mengajar secara kreatif:
Mendesain ruangan menjadi ruangan yg terbuka,menjadikan aktivitas kelas menjadi student centre,ruangkelas pun hendaknya dirancang hingga dpt meransang secara visual tanpa mengganggu perhatian,menampilkan hasil-hasil karya para siswa didalam ruangan kelas tsb. Mengajak para siswa untuk menentukan bagaimana desain yg bagus untuk ruangan mereka agar menambah kejelian mereka dalam mendesain.

Untuk Bab V hal.116

6. Bagan yg mensintesiskan pendapat para pakar dr Indonesia :
Nama Pakar
Gagasan
Toeti Noerhadi (1983)
Bahasannya ttg kreativitas dan evolusi budaya,sejarah manusia dpt dikembalikan pd interaksi antara dua gerak psikologi,yaitu pengendalian konservatif (terkait adat istiadat serta tradisi yg menjamin kontinuitas kebudayaan) dan suatu daya kreatif yg mempertanyakan pengalaman masa lalu mengalami tantangan pembaharuan.
Selo Soemardjan (1981)
Menekankan bahwa Orang yg memang benar kreatif memiliki system nilai dan system apresiasi hidup sendiri yg mungkin tidak sama dg nilai-nilai yg dianut masy ramai.
Harsya Bactiar seperti juga Roger (1982,dalam Vernon)
Memaparkan kebutuhan social akan kreativitas yg menghendaki suatu bentuk, struktur,pola atau system yg baru, karena apa yg telah ada dianggap tidak lagi memadai atau tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan.
Menurut Harsya Bactiar
Factor lain yg tidak kurang penting adalah pembuahan silang antar-sistem budaya. Suatu masy yg mewujudkan lebih dr satu system budaya,dpt mengakibatka pembuahan silang yg menghasilkan terciptanya bentuk budaya baru. Hal ini sesuai dg salah satu factor creativogenic menurut arieti (1976) ialah keterbukaan thd ransangan kebudayaan yg berbeda-beda

Sebaliknya, harsya Bactiar mengingatkan bahwa tradisi budaya yg kuat menuntut agar sekalian anggota masy ataupun pendukung tradisi budaya yg bersangkutan berpikir dan bertindak sesuai dg tradisi, sukar memungkinkan adanya kreativitas anggota masy yg hendak mencipta sesuatu yg baru.
Harsya Bactiar (1983) & Simonton (1978).
Yang mengaitkan situasi politis dg kemungkinan perkembanga kreativitas didalam masy.
Mochtar Lubis (1983)
Menegaskan bahwa salah satu persyaratan utama bg berkembangnya kreativitas suatu bangsa adalah adanya kebebasan. Kebebasan untuk berpikir, menyatakan pikiran,mencipta,yg dpt kita ringkaskan pd moyangnya segala rupa kebebasan yg menjadi hak dasar manusia,yakni adanya kebebasan melakukan pilihan (freedom of choice).
Takdir Alisjahban (1983)
Menyimpulkan kebudayaan Indonesia yg baru adalah suatu pejelmaan dr kebudayaan manusia yg sdg tumbuh,yg lebih nyata menjelmakan kesatuan budi umat manusia di bumi yg satu, yg menjadi kecil oleh kemajuan ilmu dan teknologi, Kiranya keterpaduan inilah yg oleh Arieti disebut sbg ‘creativity,the magic synthesis’.


Untuk Bab VI hal.135