Collection

Collection
.

Senin, 25 April 2011

Konseling...^_^

Setelah mengetahui mengenai konseling, kita juga harus mengetahui pembahasan mengenai tujuan dan banyak diantara itu hal-hal yg berkaitan dg konseling bukan??? Nah,,mari sama-sama kita bahas…
Tujuan Koseling di PT bagi mahasiswa menurut GG.W.Young (1970) adalah:
1.       Membantu mahasiswa untuk mengambil keputusan mengenai pilihan karir, pilihan program pendidikan, dan masalah lain yg menyangkut keputusan pendidikan.
2.       Memungkinkan mahasiswa lebih efektif dalam berinteraksi dg orang lain, seperti teman sebaya, dosen,dan orang tua.
3.       Membantu mahasiswa mendapat pemahaman diri dan penerimaan diri.
4.       Membantu mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dari segi akademik maupun social,dan
5.       Member dukungan mahasiswa mengatasi krisis emosional.

Setelah mengetahui tujuan koseling tersebut,kini saya akan mengajak teman-teman membaca siapa-siapa saja sih yg dilayani dalam konseling tersebut.
Klien yg dilayani dalam konseling tersebut yaitu :
1.       Mahasiswa.
2.       Warga kampuz lain
3.       Warga luar kampus


Pembahasan ini hanya berada dalam ruang lingkup Perguruan Tinggi saja.
Sumber : Sukadji, S.(2000). Psikologi pendidikan dan Psikologi sekolah. Depok: Lembaga        Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Permasalahan : Bagaimana macam pelayanan bagi Mahasiswa itu tersebut???

Pembahasan : Macam pelayanan yg palin sering dijumpai di biro konsultasi mahasiswa adalah masalah- masalah disekitar pendidikan-vokasional dan penyesuaian social psikologi pribadi. Pelayanan lain lagi berupa penyelenggaraan pelatihan kelompok kecil untuk menyelesaikan masalah-masalah kelompok social,akademik, atau emosional. Pelayanan lain yg sering disebut-sebut adalah pemberian disiplin kepada mahasiswa. Mahasiswa yg melanggar aturan kampus yg tidak dianggap criminal(berdasar keputusan dewan pertimbangan), tetapi diperlakukan sebagai mahasiswa yg membuat kekeliruan. Dalam hal seperti ini,reaksi lembaga menghendaki mahasiswa ditangani oleh orang-orang yg berperan utama rehabilitative,bukan punatif. Konselor semacam itu biasanya berada dibawah pembantu dekan urusan kemahasiswaan, bukan terkait dg biro konsultasi. Alasannya sama dg yg terjadi dalam konseling disekolahlanjutan, ialah agar mahasiswa tidak mengenerilisasi biro konsultasi sebagai pelayanan penghukum mahasiswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar